Starlink Turunkan Orbit, China Soroti Risiko Satelit

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – SpaceX menurunkan orbit ribuan satelit Starlink demi keselamatan setelah insiden nyaris tabrakan dengan wahana China. Langkah ini memicu sorotan Beijing di PBB soal risiko tabrakan, sampah antariksa, dan lemahnya regulasi internasional.

Ketegangan antara operator satelit global kembali mencuat seiring keputusan SpaceX untuk menurunkan orbit ribuan satelit Starlink miliknya. Langkah ini diambil setelah beberapa insiden di orbit rendah Bumi, termasuk kejadian nyaris tabrakan antara satelit Starlink dan wahana antariksa yang diluncurkan China.

Wakil Presiden Starlink Engineering SpaceX, Michael Nicolls, menyatakan seluruh satelit Starlink yang semula berada di ketinggian sekitar 550 kilometer akan diturunkan ke kisaran 480 kilometer sepanjang 2026. Penurunan orbit ini bertujuan mengurangi risiko tabrakan dengan menempatkan satelit di wilayah orbit yang lebih sepi serta mempercepat proses keluar orbit apabila terjadi gangguan.

Keputusan tersebut muncul setelah insiden pada Desember lalu, ketika salah satu satelit Starlink mengalami kecelakaan kinetik di orbit dan menghasilkan puing-puing. Selain itu, SpaceX juga mengungkap kejadian nyaris tabrakan pada 9 Desember 2025, saat satelit China hasil peluncuran roket Kinetica 1 melintas hanya sekitar 200 meter dari satelit Starlink-6079. SpaceX menilai insiden itu dipicu minimnya koordinasi dan berbagi data lintasan antaroperator satelit.

Di sisi lain, China justru menyuarakan kekhawatiran di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Beijing menilai pesatnya pertumbuhan konstelasi satelit komersial, khususnya Starlink yang kini memiliki hampir 10.000 satelit dan ditargetkan berkembang hingga 42.000 unit, melampaui kemampuan regulasi internasional yang ada. China menyoroti risiko tabrakan, meningkatnya sampah antariksa, serta dampaknya bagi negara berkembang yang memiliki keterbatasan kemampuan pelacakan dan manuver orbit.

China juga mengingatkan bahwa penggunaan ganda satelit komersial untuk kepentingan sipil dan militer dapat memperburuk perlombaan senjata luar angkasa. Sementara itu, SpaceX menegaskan penurunan orbit Starlink justru menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan aktivitas manusia di luar angkasa, di tengah kepadatan orbit Bumi yang terus meningkat.

banner 336x280