Kemenag Kabupaten Badung Tebar Benih Ikan di Tukad Mati Legian

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Kegiatan penebaran benih ikan di Tukad Mati Legian bukanlah merupakan sekadar seremonial belaka. Ini adalah pengejawantahan dari Ekoteologi, sebuah konsep di mana moderasi beragama bertemu dengan kepedulian alam. Dalam pandangan Kementerian Agama, menjaga kelestarian ekosistem adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab iman.

Hal tersebut dikemukakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung yang diwakili Pengawas Madrasah Islam Ali Surahman, S.Pd. disela-sela Penebaran benih ikan di Tukad Mati Legian, Jum’at (6/2/2026).

Hal ini sejalan dengan Asta Program Prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Dengan menjaga kebersihan dan ekosistem Tukad Mati, kita sedang mempraktikkan ajaran Tri Hita Karana, yaitu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam lingkungan (Palemahan).

Penebaran benih ikan ini diharapkan dapat Menjaga keseimbangan ekosistem air di wilayah Legian dan Menjadi stimulus bagi masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah ke sungai serta Mengedukasi siswa-siswi di Pasraman Saraswati bahwa beragama berarti juga mencintai bumi.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pasraman Saraswati yang telah memfasilitasi tempat, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Lurah Legian yang telah hadir untuk mendukung penuh inisiatif lingkungan ini,” pungkas Ali Surahman.

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Marco, Wisatawan Italia dan Adam dari Australia yang berpendapat bahwa aksi Tebar ikan endemik membantu mengembalikan keseimbangan hayati, mendukung keragaman spesies, dan menjaga rantai makanan di sungai. Kegiatan ini juga meningkatkan kualitas air secara alami melalui aktivitas biota yang memakan plankton serta sampah organik. Selain itu, populasi ikan yang bertambah menyediakan sumber protein bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan. (hd)

banner 336x280