Denpasar (Baliwananews.com) – Air bukanlah sekedar pelarut warna, Ia adalah sebuah kesadaran yang bergerak. Dalam Watercolour, Seniman tidak sepenuhnya berkuasa. Warna mengalir mengikuti serat kertas, seperti jiwa yang mengikuti hukum alam.

Bertempat di Kalparu Art Space di Sanur Arthub Denpasar, Rabu (4/2026). Pengunjung, Kolektor dan Kurator berdecak kagum atas goresan lukisan air yang menawan dari Seniman I Ketut Jaya.

Pengamat budaya, Putu Suasta menggambarkan I Ketut Jaya, yang juga dikenal sebagai Kaprus, adalah seniman pelukis kontemporer asal Bali yang spesialisasi dalam lukisan cat air (watercolor). Karyanya sering menggambarkan alam Bali dengan pendekatan spontan dan reflektif, terinspirasi budaya Hindu lokal. Gaya dan TeknikIa memilih cat air karena karakter uniknya yang menuntut kesabaran, spontanitas, dan pengendalian emosi; kertas putih menjadi kanvas ideal untuk efek transparan dan aliran warna.

“Lukisannya sering dibuat on-the-spot di alam terbuka, menangkap momen cahaya, komposisi, dan aura tempat seperti laut atau pemandangan Bali,” terang Putu Suasta.
Pengaruh ini membentuk aspek sadar dan tidak sadar dari karya visualnya, yang merefleksikan kekayaan dan kedalaman simbolis dan budaya.
Pecinta seni dan budaya Anak Agung Gede Putra (Jung) berpendapat bahwa pameran ini menyajikan berbagai lukisan Kaprus yang dianggap sebagai peristiwa spritual, dimana air menjadi soko guru dan keheningan menjadi ruang dialog antara alam dan batin manusia.
“Lukisan Kaprus telah mendapatkan pengakuan internasional, dengan karya seninya termasuk dalam koleksi Museum Für Vülkerkunde di Austria. Melalui eksplorasinya terhadap tradisi Bali, ia terus merayakan dan menafsirkan kembali akar budayanya dalam konteks artistik kontemporer,” pungkas Jung. (hd)










