Denpasar (Baliwananews.com) – Krisis pasokan memori akibat lonjakan kebutuhan AI membuat harga RAM dan SSD naik drastis, beberapa perusahaan memutuskan untuk fokus AI.
Industri PC global kembali mengalami gejolak setelah harga RAM dan SSD melonjak tajam akibat krisis pasokan komponen. Lonjakan permintaan memori dari pusat data kecerdasan buatan (AI) sepanjang 2025 disebut sebagai penyebab utama kelangkaan ini.
CyberPowerPC menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengonfirmasi dampak langsung krisis tersebut. Perusahaan itu menyatakan akan menaikkan harga seluruh sistem mulai 7 Desember 2025 karena harga RAM global naik hingga 500 persen dan SSD naik 100 persen.
Hal ini diperburuk dengan keputusan produsen RAM dan SSD Micron memilih menutup lini konsumer Crucial pada Februari 2026 untuk memfokuskan produksi pada RAM dan SSD kelas enterprise yang dibutuhkan pusat data AI yang semakin mendominasi pasokan global.
Kenaikan harga ini diperkirakan berlangsung hingga awal 2026 dan mulai memengaruhi produsen laptop serta desktop global. Sejumlah perusahaan seperti Lenovo, HP, dan Dell disebut tengah menyiapkan penyesuaian harga perangkat, memaksa konsumen menghadapi biaya pembelian PC yang lebih mahal dalam waktu dekat.










