Jakarta (Baliwananews.com) – BNN membongkar laboratorium narkoba di apartemen Ancol yang memproduksi Happy Water dan vape etomidate. Narkoba disamarkan sebagai minuman energi dan liquid vape, menyasar kalangan muda dengan risiko kesehatan serius hingga kematian.
Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sindikat produsen narkoba yang beroperasi di sebuah unit apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara. Apartemen tersebut dijadikan “dapur” atau laboratorium rahasia untuk memproduksi narkoba jenis Happy Water serta liquid vape yang mengandung etomidate. Pengungkapan ini menjadi peringatan serius karena peredaran narkoba dilakukan dengan modus penyamaran yang semakin sulit dikenali, terutama oleh kalangan muda.
Plt Deputi Pemberantasan BNN RI, Budi Wibowo, mengungkapkan bahwa pihaknya masih memburu tiga orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni CY, ZQ alias J, dan H. Dua di antaranya merupakan warga negara China. ZQ alias J berperan sebagai pengendali jaringan, pemilik barang, sekaligus penyandang dana, sementara CY berperan sebagai peracik atau “koki” Happy Water, dan H bertugas menjaga gudang di Jakarta.
Pengungkapan kasus ini berawal dari pengawasan keimigrasian dan kepabeanan terhadap penumpang dari Malaysia. Petugas mengamankan dua kurir berinisial HS dan DM yang membawa bahan kimia diduga mengandung MDMA dan etomidate dari China ke Indonesia. Dari hasil pengembangan, BNN kemudian menangkap dua tersangka lain, PS dan HSN, yang berperan sebagai pengendali lapangan dan pengatur operasional.
Modus operandi sindikat ini terbilang canggih. Narkotika dikemas menyerupai produk legal, seperti sachet minuman energi berbagai merek lokal dan liquid vape bermerek Love In. Setiap sachet Happy Water dijual dengan harga Rp 2–6 juta, sementara vape etomidate dibanderol Rp 2–5 juta per cartridge dan diedarkan ke sejumlah tempat hiburan malam.
Etomidate adalah senyawa obat golongan anestesi yang digunakan melalui injeksi intravena untuk menginduksi dan mempertahankan anestesi, terutama pada prosedur medis yang membutuhkan sedasi singkat.
Menurut peneliti IMAN, dr. Hari Nugroho, Happy Water dan etomidate sama-sama menimbulkan efek euforia, disosiatif, dan “high”. Bahaya utama terletak pada dosis yang sulit dikontrol, terutama pada etomidate yang dihirup melalui vape. Penggunaan berulang berisiko menyebabkan gangguan pernapasan, kejang, kerusakan otak permanen, hingga kematian. Dengan modus yang semakin samar, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap produk yang tampak legal namun berpotensi mematikan. (Detik.com)










