Bentuk Empati Atas Bencana Banjir Sumatera dan Aceh, GWK Batalkan Pesta Kembang Api 2025

banner 468x60

Jimbaran (Baliwananews.com) – Pesta kembang api di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali, dibatalkan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.� Keputusan ini sejalan dengan instruksi Kapolri yang melarang pesta kembang api nasional menjelang pergantian tahun 2026, menggantinya dengan doa bersama.

Alasan Pembatalan Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera pada akhir November 2025 menciptakan suasana duka nasional, sehingga perayaan euforia seperti kembang api dianggap tidak tepat. Pemkab Gianyar dan Polresta Denpasar juga membatalkan acara serupa di wilayah mereka, termasuk Pantai Kuta.

Pengganti Acara GWK tetap menggelar countdown 2026 dengan pertunjukan musik dan doa bersama untuk korban bencana, tanpa elemen kembang api.

Acara difokuskan pada solidaritas dan refleksi, mirip dengan penyesuaian di destinasi wisata lain seperti Gianyar dan Banyumas.

Inilah keterangan resmi dari pihak GWK terkait perubahan acara Pesta Kembang Api malam tahun baru 2025.

Sehubungan dengan adanya peniadaan acara kembang api secara Nasional untuk perayaan Tahun Baru yang berdampak pada ijin penyelenggaraan kembang api, maka dengan berat hati kami meniadakan pertunjukan kembang api di acara GWK Bali Countdown 2026.

Seluruh rangkaian acara pergantian tahun akan dilaksanakan sesuai rencana, diawali dengan memanjatkan Doa bersama. Dan sebagai pengganti kembang api, kami menghadirkan pertunjukan Musical Laser Show dengan tetap mengutamakan keamanan, kenyamanan pengunjung.

Terima kasih atas pengertian dan dukungan demi kelancaran acara GWK Bali Countdown 2026. Semoga tahun 2026 membawa harapan serta semangat baru untuk kita semua. (hd)

banner 336x280