Denpasar (Baliwananews.com) – Pemerintah Provinsi Bali baru saja melepas sebanyak 698 calon jemaah haji secara resmi di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. Keberangkatan mereka ke Tanah Suci belum terjadi, melainkan dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan. Sabtu, 25 April 2026.

Jemaah haji asal Bali akan berangkat dari kabupaten/kota masing-masing pada 8 Mei 2026, kemudian masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 9 Mei dini hari. Penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi, direncanakan pada 10 Mei 2026 pukul 07.05 WIB melalui kloter SUB-70 dan SUB-71, dengan masa tinggal sekitar 40 hari hingga pulang pada 19 Juni 2026.

Kuota haji Bali 2026 mencakup 657 jemaah reguler, 35 lansia prioritas, 2 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas haji daerah. Sebagian besar adalah jemaah baru tanpa pengalaman haji sebelumnya, dengan masa tunggu daftar mencapai 28 tahun.
Gubernur Bali berencana hadir namun pada kesempatan ini diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Bali, Anggota DPRD Provinsi Bali, Forkopimda Provinsi Bali atau Ketua MUI Provinsi Bali, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali.
Jemaah disarankan mempersiapkan kesehatan dan administratif, mengingat puncak ibadah haji gelombang 1 dimulai sekitar akhir April hingga awal Mei secara nasional.
Fhan Ar Syafani adalah jemaah haji termuda dari Bali tahun 2026. Ia berasal dari Kota Denpasar, lahir pada 4 Oktober 2012, sehingga berusia 13 tahun saat ini.
Fhan Ar Syafani tercatat sebagai calon jemaah haji (CJH) termuda di antara 680-698 jemaah asal Bali yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 10 Mei 2026. Ia menggantikan kuota mendiang ayahnya, yang umum terjadi untuk jemaah muda dalam kuota reguler. Diketahui rentang usia jemaah Bali mencakup hingga 89 tahun untuk yang tertua, Siti Nad Hasan dari Buleleng. (hd)










