BADUNG (baliwananews.com) – Pembangunan Patung Sabdo Palon Nagih Janji untuk berlokasi di Bali, tepatnya berada di kawasan Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kemudian, pembangunan Patung Sabdo Palon terus berlanjut, setelah prosesi peletakan batu pertama (Groundbreaking) beberapa waktu lalu, tepatnya, Rabu, 3 Juni 2026.

Memasuki tahapan berikutnya, Yayasan Sabdo Palon Nusantara menggelar upacara “Doa Mulia” di lokasi pembangunan patung yang disebut sebagai kawasan Taman Suci, Sabtu, 13 Juni 2026.
Upacara berlangsung khidmat dipimpin Ida Rsi Agung Siliwangi didampingi Ida Istri serta dihadiri Ketua Yayasan Sabdo Palon Nusantara Ida Bagus Dharmika atau Gus Marhaen, Ketut Ngastawa, Romo Galuh, dan sejumlah undangan lainnya.
Rangkaian ritual diawali dengan menghaturkan sesajen, nedunang Ida Batara, persembahyangan, hingga doa bersama.
Dalam sambutannya, Ida Rsi Agung Siliwangi menyebut adanya energi luar biasa, saat alam berkata dan manusia berusaha.
Bahkan, Ida Rsi Agung Siliwangi menegaskan pelaksanaan upacara tersebut bukan sebuah kebetulan, melainkan bagian dari perjalanan spiritual yang telah ditakdirkan atau ditentukan waktunya terjadi.
“Kita memahami ada shruti, ada smerti, ada pewisik, ada sastra. Sebagai seorang sulinggih, pewisik adalah tanda di mana kita harus mengikuti perintah dari yang tidak terlihat tadi. Rasa digerakkan, pikiran digerakkan, langkah digerakkan. Langkah dan kata pikiran itu diwujudkan dalam bentuk upacara hari ini,” kata Ida Rsi Agung Siliwangi.
Ida Rsi Agung Siliwangi juga berharap spirit Sabdo Palon dapat menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa untuk kembali memperjuangkan keadilan dan persatuan.
“Kita bergerak bersama untuk mewujudkan apa yang beliau tagih. Keadilan sedang tidak terjadi pada hari ini dan Sabdo Palon nagih sekarang. Mana janji kalian? Yang katanya akan memuliakan, akan memakmurkan bangsa ini. Kita menginginkan sebagai anak bangsa guyub. Mempersatukan pikiran, langkah, dan gerak kita untuk mewujudkan Indonesia emas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sabdo Palon Nusantara Gus Marhaen menilai pelaksanaan upacara tersebut menjadi momentum spiritual penting dalam perjalanan pembangunan Patung Sabdo Palon Nagih Janji.
“Hari ini adalah hari yang sangat-sangat spektakuler. Dari sisi spiritual, alias niskala memargi antar, antarning antar. Tidak ada kata lain bahwa kita berdoa semua di sini di dalam berbicara sastra yang mana sastra berbunyi, sastra berkata 500 Tahun Nagih Janji Sabdo Palon Noyo Genggong,” kata Gus Marhaen.
Menurutnya, kawasan pembangunan patung di Ungasan merupakan kawasan yang layak disebut sebagai Taman Suci.
Gus Marhaen menegaskan pembangunan patung tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga simbol spiritual dan pengingat nilai-nilai persatuan bangsa.
“Niat-niat luhur yang datang dari segala penjuru, kita wujudkan sastra tersebut. Sangat berdosa sekali kita jika tidak mewujudkan ini yang di mana pagarnya adalah eling, waspodo, waskito,” tegasnya.
Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap awal teknis di atas lahan sekitar 20 are. Di lokasi terlihat aktivitas pengerjaan sondir guna mengetahui daya dukung tanah sebelum pembangunan fondasi utama dilakukan.
Gus Marhaen menyebut pembangunan Patung Sabdo Palon membutuhkan proses panjang, biaya besar, serta keseriusan dari semua pihak yang terlibat.
“Jikalau ditanya kapan selesainya, ya sang Hyang Gusti waktulah yang menentukan dan Sang Hyang Gusti Alamlah yang memprosesnya. Saya bisa bersumpah demi alam semesta, yakin Sabdo Palon secepatnya terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh yang hadir, Ketut Ngastawa turut mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Bali sesuai ajaran Dharma.
“Atas kehendakNya semua akan terjadi. Tanpa ada semangat dan idealisme dan kerja-kerja semua tidak akan tercapai,” kata Ketut Ngastawa.
Sementara itu, Romo Galuh memberikan apresiasi atas upaya Yayasan Sabdo Palon Nusantara dalam mewujudkan pembangunan patung tersebut.
Menurutnya, Sabdo Palon bukan sekadar tokoh legenda, melainkan simbol rakyat dan nilai universal yang hidup dalam semangat Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika yang digali oleh Bung Karno.
Tak hanya itu, Sabdo Palon kerap disimbolkan melalui karakter orangtua, seperti Semar dan Tualen sebagai representasi murni dari rakyat.
“Konsep Sabdo identik dengan firman atau wahyu dan Palon berarti kebenaran yang bergema di alam semesta. Jadi, Sabdo Palon ini simbol rakyat, yang berakar dari rakyat dan oleh rakyat,” pungkasnya. (hd)










