Denpasar (Baliwananews.com) — Bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan membuka harapan dan kesempatan baru. Terpenting, hari ini mengembalikan kepercayaan diri serta kemandirian bagi saudara-saudari yang membutuhkan.
Kolaborasi antara Narayanan Seva Sansthan dan Puspadi Bali mewujudkan semangat kemanusiaan yang melampaui batas bahasa, budaya, agama, maupun negara. Sebuah kaki palsu mungkin terlihat sederhana, namun bagi penerimanya, ini adalah awal dari perjalanan baru. Langkah yang dulu berat kini menjadi ringan; mimpi yang tertunda kini dapat kembali diwujudkan.
“Kepada para penerima manfaat, kami berharap bantuan ini dapat menjadi teman setia dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Tetaplah percaya diri, teruslah berkarya, dan berikanlah inspirasi bagi lingkungan di sekitar.”
Sonia Kaur juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, mitra, panitia, relawan, tim medis, serta berbagai instansi — termasuk Senator Arya Wedakarna (AWK), Dinas Sosial Provinsi Bali, Bali Sruti, Bea Cukai Ngurah Rai, dan Imigrasi Denpasar. Setiap kontribusi menjadi energi yang mewujudkan acara ini.
Anggota DPD RI perwakilan Bali, Arya Wedakarna (AWK), menjelaskan inisiatif ini dirintis sejak Juli 2026, ketika mempertemukan Narayan Seva Sansthan dari India dengan Puspadi Bali. Hasilnya luar biasa, kuota 150 kaki palsu gratis terpenuhi dalam satu bulan, dengan penerima dari berbagai wilayah termasuk Lombok.
Selain lebih ringan dan nyaman, teknologi kaki palsu ini membuka harapan lebih besar: transfer teknologi fabrikasi dari India ke Indonesia, bahkan pembangunan klinik hingga pusat produksi di Bali.
“Ini adalah kerja sama bilateral nyata antara Indonesia dan India dalam kerangka G20, sebuah hubungan antarmanusia yang saya dukung sepenuhnya. Semoga program ini berlanjut dan dirasakan lebih banyak saudara kita,” ujar AWK.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Narayan Seva Sansthan YS. Lodha, Ketua Pembina Yayasan Puspadi Bali Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T., Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali Ni Putu Yuni Candra Yanti, perwakilan Imigrasi Denpasar, perwakilan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai serta undangan lainnya. (hd)











