Denpasar (Baliwananews.com) — Bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan membuka harapan dan kesempatan baru. Terpenting, hari ini bisa mengembalikan kepercayaan diri serta kemandirian bagi saudara-saudari yang membutuhkan.
Melalui kolaborasi antara Narayanan Seva Sansthan dan Puspadi Bali, dedikasi, kepedulian, serta kerja keras telah diwujudkan untuk mengubah hidup banyak orang. Semangat kemanusiaan ini mampu melampaui batas bahasa, budaya, agama, maupun negara.
Sebuah kaki palsu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi penerimanya, ini adalah awal dari perjalanan baru. Langkah yang dahulu terasa berat kini menjadi lebih ringan; aktivitas yang terbatas kini kembali terbuka lebar, diiringi mimpi yang kini dapat diwujudkan.
“Kepada para penerima manfaat, kami berharap bantuan ini dapat menjadi teman setia dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Tetaplah percaya diri, teruslah berkarya, dan berikanlah inspirasi bagi lingkungan di sekitar.”
Demikian disampaikan Sonia Kaur di Annika Linden Centre, Tohpati, Denpasar Timur, Jumat, 9 Oktober 2026. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, mitra, panitia, relawan, tim medis, serta berbagai instansi yang mendukung termasuk Dinas Sosial Provinsi Bali, Bali Sruti, Bea Cukai Ngurah Rai, dan Imigrasi Denpasar. Khusus disampaikan apresiasi kepada Senator Arya Wedakarna (AWK) yang telah merangkul semangat kemanusiaan ini.
Anggota DPD RI perwakilan Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (AWK), menjelaskan inisiatif ini dirintis sejak Juli 2026 melalui pertemuannya dengan Narayan Seva Sansthan dan Sonia Kaur di kantor DPD RI. AWK kemudian mempertemukan pihak Narayan Seva Sansthan dengan Yayasan Puspadi Bali untuk membangun kolaborasi.
“Dari pertemuan tersebut, tercipta kesepahaman. Kami menemukan daftar antrean warga yang membutuhkan kaki palsu gratis ini sangat banyak,” ujar AWK.
Kuota 150 penerima manfaat berhasil terpenuhi hanya dalam waktu satu bulan sejak sosialisasi dilakukan, dengan penerima berasal dari berbagai wilayah termasuk Lombok dan pulau-pulau lainnya.
AWK juga menyoroti keunggulan teknologi kaki palsu yang lebih ringan dibanding produk konvensional di Indonesia. Beliau berharap program ini dapat berlanjut setiap tahun, diperluas ke daerah lain, serta diikuti transfer teknologi fabrikasi alat bantu gerak dari India ke Indonesia, bahkan pembangunan klinik dan pusat produksi di Bali.
“Ini merupakan bentuk kerja sama bilateral yang luar biasa antara Indonesia dan India dalam kerangka G20 yaitu sebuah koneksi antar masyarakat yang nyata,” tambah AWK.
Hadir dalam Kegiatan tersebut, antara lain YS Lodha — Kepala Narayan Seva Sansthan, Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T., Ketua Pembina Yayasan Puspadi Bali, Ni Putu Yuni Candra Yanti Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali dan Perwakilan Imigrasi Bali, Bea Cukai Ngurah Rai, serta tamu undangan lainnya. (hd)










