Denpasar (baliwananews.com) — Upaya menjaga kesehatan mental ibu hamil di Indonesia mencatat sejarah baru. Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) resmi mencatat agenda “TATA HATI – Meditasi Khusus Ibu Hamil” sebagai aksi meditasi kesehatan mental ibu hamil dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Program yang diinisiasi oleh Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali ini digelar secara hybrid dari Harris Hotel & Conventions Denpasar, Bali, Sabtu (16/5), dalam rangka memperingati HUT IBI ke-75.

Data panitia mencatat sebanyak 1.305 peserta terdaftar, dengan 111 peserta hadir secara langsung di lokasi. Skala jangkauan gerakan ini meluas melalui pemanfaatan teknologi digital, di mana 303 titik tautan Zoom dibuka secara simultan dan diikuti secara berkelompok di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan ini juga dilaksanakan melalui nonton bersama di jaringan SOUL Center serta berbagai fasilitas layanan kesehatan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk di 8 kabupaten dan 1 kota di Bali. Konsep hybrid tersebut menjadikan Tata Hati sebagai salah satu gerakan meditasi kesehatan mental ibu hamil terbesar di Indonesia.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental kini semakin meningkat, termasuk dalam masa kehamilan. Jika selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik ibu hamil, kondisi emosional dan mental seorang ibu kini mulai dipahami memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kehamilan hingga perkembangan bayi dalam kandungan.
Berangkat dari kepedulian tersebut, program “TATA HATI – Meditasi Khusus Ibu Hamil” menghadirkan sesi talkshow dan meditasi kesehatan mental ibu hamil yang dipandu oleh Bunda Arsaningsih.
Ketua Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK), Ibu Adek Dharana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil sebagai gerbang pertama pembentukan generasi masa depan.
“Mewakili Yayasan Cahaya Cinta Kasih, saya menyambut kehadiran jiwa-jiwa mulia yang hari ini tengah mengemban amanah suci kehidupan. Kehadiran ibu-ibu di sini, baik secara fisik maupun melalui Zoom, adalah bukti kesadaran akan pentingnya menjaga gerbang pertama peradaban,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi Yayasan Cahaya Cinta Kasih bersama IBI dalam rangka HUT IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional merupakan sinergi antara sains medis dan pemulihan batin. Bidan menjaga raga, dan kita di sini bersama-sama menjaga jiwa,” kata Adek Dharana.
Menurutnya, pelaksanaan “TATA HATI” ke-9 ini menjadi sangat spesial karena secara khusus membahas kesehatan mental ibu hamil sebagai akar pembentukan kehidupan.
“Jika sebelumnya kita berbicara tentang kesehatan mental secara umum, hari ini kita berbicara tentang akar kehidupan. Ibu hamil tidak hanya mengandung raga, tetapi juga menenun energi dan emosi. Anak yang akan lahir adalah cermin dari kedalaman rasa ibunya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, YCCK ingin turut mempersiapkan hadirnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penguatan mental dan spiritual sejak dalam kandungan.
“Melalui metode SOUL Reflection yang dipandu Bunda Arsaningsih, kita belajar membersihkan endapan negatif dan memperkuat afirmasi positif. Ini adalah gerakan kolektif untuk masa depan,” ujarnya.
Senior Manager MURI, Triyono, hadir langsung untuk melakukan verifikasi kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi gerakan unik dan luar biasa dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil di Indonesia.
Piagam penghargaan MURI diberikan kepada Yayasan Cahaya Cinta Kasih sebagai penyelenggara, SOUL sebagai pendukung acara, serta Bunda Arsaningsih sebagai narasumber sekaligus pemegang rekor.
“MURI berharap kegiatan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan membantu menjaga kesehatan mental ibu-ibu hamil di Indonesia agar terlahir anak-anak dengan jiwa yang bercahaya, baik secara jasmani maupun mental,” ujar Triyono.
Dalam sesi meditasi, Bunda Arsaningsih didampingi oleh dr. Rastho Mahotama selaku Senior
Trainer of SOUL. Pada kesempatan tersebut, Bunda Arsaningsih membahas pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil karena kondisi emosional seorang ibu dinilai sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan.
Menurutnya, proses pertumbuhan manusia dimulai sejak berada di dalam kandungan dan seorang ibu menjadi sosok yang paling besar menopang proses tersebut, baik secara fisik maupun mental. Perubahan hormonal selama kehamilan juga dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional ibu, mulai dari rasa takut, cemas, sedih, hingga tekanan menjelang persalinan.
Dalam sesi meditasi tersebut, para peserta diajak untuk mengenali emosinya, melepaskan rasa takut dan kecemasan, membangun komunikasi batin dengan bayi dalam kandungan, serta menghadirkan afirmasi positif dan rasa cinta kepada janin.
Bunda Arsaningsih meyakini bahwa kualitas karakter anak mulai dibentuk sejak dalam kandungan. Masa kehamilan selama sembilan bulan menjadi fase penting dalam membentuk rasa aman, kasih sayang, dan kualitas emosi anak di masa depan.
“Dari seorang ibu yang bahagia akan terlahir jiwa-jiwa yang bercahaya,” ujar Bunda Arsaningsih.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu hamil, meditasi mulai dipandang sebagai salah satu pendekatan yang membantu ibu menemukan ketenangan, mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri menjelang persalinan, serta membangun koneksi batin yang lebih dalam dengan bayi yang dikandung.
Pendekatan holistik dalam Tata Hati dikembangkan dari metode Senam dan Meditasi Yophytta Maternal karya Bunda Arsaningsih yang telah diteliti secara ilmiah oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti program secara rutin selama satu bulan:
• 75 persen responden mencapai tingkat kecemasan normal
• 91,67 persen responden memiliki kadar kortisol normal
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa metode Yophytta efektif membantu menurunkan kecemasan ibu menjelang persalinan.
Secara medis, hormon stres atau kortisol yang tinggi pada ibu hamil diketahui dapat memengaruhi perkembangan janin, termasuk perkembangan saraf dan daya tahan tubuh anak setelah lahir. Karena itu, meditasi dipandang sebagai pendekatan pelengkap yang membantu menciptakan kondisi emosional dan spiritual yang lebih sehat bagi ibu dan bayi.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya mengucapkan selamat atas tercatatnya rekor MURI untuk meditasi kesehatan mental ibu hamil ini. Kegiatan ini luar biasa dan kami akan selalu mendukung kegiatan seperti ini untuk membantu mencegah kematian dini pada ibu hamil,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan IBI Provinsi Bali, Dr. Ni Nyoman Budiani, SST, M.Biomed, yang menyebut kegiatan ini menjadi momentum positif dalam peringatan HUT IBI ke-75 karena berhasil melibatkan lebih dari 1.000 ibu hamil secara hybrid untuk bersama-sama mempersiapkan kehamilan dan persalinan melalui meditasi kesehatan mental.
Salah satu peserta, Ibu Ade Sri, seorang perawat asal Denpasar yang sedang menjalanikehamilan pertama, mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang mendalam selama mengikuti meditasi tersebut.
“Awalnya saya dan suami ingin liburan dulu, tetapi puji Tuhan langsung diberikan rezeki anak. Banyak ketakutan dan kecemasan yang muncul selama kehamilan,” ungkapnya.
Ade Sri mengaku sangat tersentuh dengan pengalaman meditasi yang dijalani. “Saya merasa anak saya juga ikut merasakan ketenangan itu. Kalau kegiatan ini diadakan lagi, saya ingin mengajak ibu-ibu lainnya agar lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan,”katanya. Peserta lainnya, Rahmadina, seorang wiraswasta asal Malang yang kini memasuki trimester ketiga kehamilan, menilai kegiatan ini sangat membantu ibu hamil dalam menjaga kesehatan mental.
“Menurut saya kesehatan mental ibu hamil perlu diarahkan ke hal positif karena seorang ibu akan membentuk jiwa anaknya juga. Saya sadar menjaga kesehatan mental seharusnya dimulai sejak awal kehamilan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental ibu hamil merupakan bagian penting dalam membentuk generasi masa depan yang sehat, bahagia, dan penuh cinta menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Tentang Bunda Arsaningsih
Bunda Arsaningsih merupakan perempuan multitalenta kelahiran 1968, pencipta metode SOUL (Spirit of Universal Life) diawali dengan SOUL Meter, yaitu sebuah metode untuk pengenalan jati diri. Kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan metode SOUL Reflection untuk menyembuhkan diri, men-delete hal negatif dalam diri dan memperkuat kualitas positif.
Selain dikenal sebagai seorang spiritualis modern, pakar energi dan guru meditasi, Kepeduliannya yang besar pada pembentukan karakter sejak dini untuk generasi penerus bangsa menjadi dasar untuk mendirikan Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang bergerak dibidang bantuan kemanusiaan, tuntutan meditasi Online SOUL Reflection di youtube serta pembelajaran umum proses pengenalan jati diri dan olah rasa.
Penghargaan MURI diterima oleh Bunda Arsaningsih pada tahun 2015 sebagai pemrakarsa senam Yophytta Maternal-gabungan yoga, pilates, Tai Chi, dan afirmasi dengan kategori peserta ibu hamil terbanyak sebanyak 25 ribu peserta.
Tentang Yayasan Cahaya Cinta Kasih
Yayasan Cahaya Cinta Kasih adalah organisasi sosial yang didirikan pada tahun 2012 oleh Bunda Arsaningsih. Yayasan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan kemanusiaan dan membentuk karakter berdasarkan cinta kasih dengan metode SOUL yang mudah diterapkan. Visi dari Yayasan Cahaya Cinta Kasih adalah untuk melakukan kegiatan sosial secara berkala di lingkungan masyarakat dengan berbagai komunitas, dokter, dan paramedis. Yayasan ini juga memberikan pemahaman dan pembelajaran metode SOUL kepada anak-anak sekolah, sehingga dapat membentuk karakter diri yang positif. sejak dini. Dengan visi dan misinya, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia.
Melalui program Tata Hati, Yayasan Cahaya Cinta Kasih menghadirkan ruang berbagi cahaya pengetahuan spiritual universal kepada masyarakat tanpa dipungut biaya atau berbasis donasi sukarela. Program ini dikemas dalam bentuk temu wicara interaktif dan ‘meditasi SOUL Reflection’ bersama Bunda Arsaningsih untuk membantu masyarakat memahami kesehatan mental, pengelolaan emosi, serta membangun afirmasi positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sepanjang tahun 2025, ‘roadshow’ Tata Hati telah sukses diselenggarakan di berbagai kota dan negara, seperti Denpasar, Solo, Paris, Italia, Brussel, Belanda, Melbourne, dan New Zealand dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 10.000 orang. Program ini menjadi bagian dari misi Yayasan Cahaya Cinta Kasih dalam menyebarkan kesadaran spiritual, kesehatan mental, dan nilai cinta kasih secara lebih luas kepada masyarakat internasional.
Memasuki tahun 2026, Yayasan Cahaya Cinta Kasih melanjutkan program Tata Hati dengan fokus berbagi cahaya kesadaran spiritual di dalam negeri melalui tema-tema yang lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, seperti kesehatan mental dan emosional, relasi keluarga, pengembangan karakter generasi muda, healing spiritual, kesadaran diri, hingga penguatan nilai kehidupan berbasis cinta kasih.Soul Action adalah salah satu program dari Yayasan Cahaya Cinta Kasih sebagai wadah yang dibentuk untuk mendorong aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui Soul Action, setiap orang dapat terlibat dalam kegiatan sosial dengan memberikan waktu, tenaga, atau sumber daya yang dimilikinya. Soul Action mengajak masyarakat untuk berbagi dan melayani sesama, serta menciptakan perubahan positif dalam lingkungan sekitar. Program-program ini meliputi kegiatan sosial seperti bakti sosial, aksi bersih-bersih lingkungan, kampanye sosial, dan sebagainya. Selain itu, Soul Action juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan relawan dan donor darah, sebagai bentuk dukungan kepada orang-orang yang membutuhkan. Soul Action
percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk melakukan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat
















