H. Ali Musthofa Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum MUI Buleleng

banner 468x60

BULELENG (Baliwananews.com) – H.B. Ali Musthofa kembali terpilih menjadi Ketua Umum MUI Buleleng periode 2025-2030. Pemilihan dilaksanakan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Buleleng di Rumah Makan Manalagi Singaraja, Rabu (11/2/2026).

Pemilihan pimpinan MUI Buleleng yang dilaksanakan dengan formatur tersebut juga memilih pengurus inti MUI Buleleng. Masing-masing sebagai Ketua 1 H. Moh. Ali Susanto, Ketua 2 H. Handani, Ketua 3 Abdul Muiz.

Sementara sebagai Sekretaris Umum terpilih H. Imam Syafi’i, Sekretaris 1 H. Agus Anurrachman, Sekretaris 2 Riono Junianto. Terpilih sebagai Bendahara Umum H. Sumardi, Bendahara 1 Dani Fikka Cahyadi, dan Sekretaris 2 Iwan Ramdhani.

Acara Musda XI MUI Buleleng dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra. Hadir dalam acara pembukaan Musda XI MUI Buleleng, Wakil Bupati Gede Supriatna, dan Forkopimda Kabupaten Buleleng.

Bupati Sutjidra dalam sambutannya menjelaskan, Musda XI MUI Buleleng ini merupakan momentum yang sangat strategis. Bukan karena semata seremonial pergantian dari pengurus lama ke pengurus baru, tapi ini momen ini bisa untuk konsolidasi seluruh potensi umat Muslim yang ada di Kabupaten Buleleng. Khususnya pembinaan kepada generasi muda, pembinaan hal-hal yang menyangkut ekonomi masyarakat Muslim di Buleleng, seperti pengembangan ekonomi syariah, yang mungkin belum optimal di Buleleng ini.

“Saya yakin Musda akan melahirkan kepengurusan baru yang bisa mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, gen Z, ke arah yang lebih baik. Mereka bisa mengaplikasikan dunia digital untuk bisa mengembangkan diri khususnya di bidang usaha-usaha syariah yang dikembangkan MUI Buleleng,” katanya.

Bupati Sutjidra berharap, ke depan sinergitas antara MUI dan Pemkab Buleleng lebih ditingkatkan lagi. “Sekarang sudah bagus tapi nanti lebih ditingkatkan lagi sehingga jika ada masalah di kalangan umat Muslim bisa atasi semuanya,” ujarnya.

Bupati Sutjidra menjelaskan, Buleleng dapat penghargaan, karena dianggap sebagai miniatur keberagaman di Republik Indonesia. “Keberagaman ini bisa menjadi pondasi yang kuat untuk membangun Buleleng,” tandasnya. (bs)

banner 336x280