Denpasar (Baliwananews.com) — Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita merayakannya, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan kepedulian. Sebagai anak bangsa, kita harus lebih peka terhadap persoalan masyarakat dan tidak boleh menutup mata terhadap mereka yang masih membutuhkan keadilan dan perhatian.
Hal tersebut dikemukakan oleh Endang Hastuty Bunga, S.H.,pengacara muda dan aktivis perempuan serta anak asal Bali yang juga menjabat Ketua Tunas Himpunan Advokat Muda Indonesia DPD Bali dan Ketua DPC PERADI PASNI, mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 Republik Indonesia dengan tindakan nyata untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa. Ia menyebut isu-isu mendesak seperti rasisme, pelanggaran HAM, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemiskinan, kelaparan, serta kesenjangan pembangunan dan pendidikan.
Endang berharap pemerintah memperkuat pembangunan sumber daya manusia hingga pelosok negeri, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Papua, agar pemerataan berjalan lebih cepat. Ia mengingatkan pula kondisi duka akibat gempa 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (15 Agustus 2026), yang menurutnya menjadi pengingat pentingnya solidaritas kemanusiaan.
“Di saat sebagian dari kita merayakan kemerdekaan dengan penuh sukacita, saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi duka dan bencana. Mari kita sejenak menundukkan kepala, mendoakan para korban, keluarga yang ditinggalkan, serta seluruh masyarakat yang terdampak,” tambah Endang, seraya mendesak percepatan evakuasi, pelayanan medis, dan distribusi bantuan.
Sebagai pengacara dan aktivis, Endang menegaskan peran organisasi dan profesi hukum dalam memberikan pelayanan publik: memperjuangkan keadilan, memberi bantuan hukum, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan perlindungan. “Kemerdekaan harus melahirkan kepedulian. Kita boleh berbeda suku, agama, daerah dan latar belakang, tetapi kita tetap satu bangsa,” tutupnya. (hd)















