BMKG Waspadai Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – BMKG mengimbau kewaspadaan nasional terhadap dampak Siklon Tropis Nokaen serta Bibit Siklon 96S dan 97S yang memicu hujan lebat hingga ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama bagian selatan dan timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem akibat pengaruh Siklon Tropis Nokaen serta keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S dan 97S di sekitar wilayah Indonesia. Kombinasi sistem atmosfer tersebut diperkirakan memicu hujan lebat hingga ekstrem, angin kencang, serta gelombang tinggi di berbagai daerah dalam sepekan ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa kewaspadaan penuh diperlukan mengingat interaksi antara siklon tropis, bibit siklon, dan penguatan monsun Asia. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa peningkatan curah hujan, tetapi juga risiko banjir, longsor, serta gangguan transportasi laut dan udara. BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk menghindari aktivitas melaut, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan jalur evakuasi dan logistik darurat.

BMKG mencatat hujan dengan intensitas ekstrem telah terjadi di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini dipicu oleh sirkulasi siklonik di selatan Indonesia yang membentuk daerah konvergensi luas, didukung oleh suplai udara lembap dari Monsun Asia dan aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO).

Dalam prospek cuaca periode 20–22 Januari 2026, BMKG menetapkan status siaga hingga awas di sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur yang berpotensi mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem. Selain itu, angin kencang diprakirakan melanda wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

BMKG juga memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan, terutama di selatan NTT dan Laut Arafuru. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal komunikasi resmi lainnya guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

banner 336x280