Denpasar (baliwananews.com) – Rupiah memang sedang menghadapi tekanan berat dan berpotensi melemah hingga Rp22.000 per dolar AS jika tekanan eksternal tidak mereda, setelah sempat menyentuh Rp17.600 pada Jumat (15/5/2026). Bank Indonesia (BI) diprediksi kuat akan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25–50 basis poin pada Juni 2026 untuk menahan depresiasi ini.
Kenaikan BI-Rate 25–50 bps pada pertemuan Juni 2026 tujuannya: membuat aset Rupiah lebih menarik bagi investor asing dan mengurangi aliran modal keluar Intervensi pasar valas akan terus dilakukan saat perdagangan domestik kembali dibuka Senin (18/5).
Pantau pembukaan pasar Senin (18/5) untuk melihat respons after libur panjang dengan langkah untuk menunda keputusan finansial besar (seperti beli barang impor atau utang dalam dolar) hingga volatilitas mereda, Diversifikasi aset untuk mengurangi risiko jika Rupiah terus melemah, Kondisi ini memerlukan kewaspadaan, namun responsifnya otoritas moneter (BI) menjadi faktor kunci dalam menahan guncangan ekonomi lebih lanjut.










