BEIF 2026 Dongkrak ‘Nilai Jual’ Posisi Bali

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Nawacita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali menggelar Bali Economic and Investment Forum (BEIF) 2026 hari ini, 18 Februari 2026, di kawasan Sanur, bersamaan dengan pelantikan pengurus periode 2026–2031. Tujuan Utama Forum ini mempertemukan sekitar 150 peserta dari investor, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk merumuskan peta jalan investasi berkelanjutan, fokus pada “Green Investment sebagai Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Gubernur Wayan Koster, menekankan investasi hijau yang lindungi alam dan budaya. Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha mengingatkan bahwa didalam sambutannya Gubernur Bali yang sedang all-out menekankan pada pemenuhan infrastruktur, sebab memang disadari bahwa kunci pembangunan adalah tidak lain memprioritaskan pemenuhan sarana infrastruktur dan terkait adanya 7.050 ribu wisatawan yang masuk maka semoga nantinya jikalau ada perbaikan infrastruktur dapat bertambah wisatawan yang masuk

“Dan tentunya harapan dari Gubernur dan Dewan diharapkan dapat segera terpenuhi dan NCPI menyadari event Bali Economic and Investment Forum (BEIF) 2026 adalah menyatukan komitmen bersama visi dan misi seluruh stakeholder, tentunya bersama dengan Kadin (Bali) dapat dirumuskan suatu yang akan menjadi ‘nilai jual’ (bargaining) dengan pusat,” kata Agus.
 

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, termasuk mantan Gubernur Bali dua periode Made Mangku Pastika serta Ketua BPD PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Seminar dimoderatori akademisi pariwisata I Nyoman Sunarta dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah, perbankan hingga investor serta Pegiat Pariwisata Bali Gede Wirata, pendiri Bounty Group.

Gubernur Bali Wayan Koster membuka sekaligus meresmikan BEIF 2026. Bahkan, Gubernur Koster menegaskan Bali memiliki kekhasan budaya dengan lebih dari 1.500 desa adat, namun menghadapi tantangan penyusutan lahan dan alih fungsi sawah.

“Tadinya, luas Bali 5.640 kilometer persegi, sekarang jumlah lahan Bali berkurang, bahkan jumlah sawah juga menyusut,” kata Gubernur Koster.

Meski wilayah dan jumlah penduduk relatif kecil, ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen dan berada di peringkat lima nasional, terutama ditopang sektor pariwisata.

“Bali itu tidak sepi. Saya terus pantau jumlah wisatawan ke Bali wisatawan datang berapa dan pergi berapa melalui Bandara Ngurah Rai. Itu 7,05 juta adalah angka capaian tertinggi selama wisatawan asing berada di Bali. Jadi, tiap hari saya pantau dengan GM Angkasa Pura. Kecil pulaunya, sedikit penduduknya, tapi khasiatnya besar,” kata Gubernur Koster.

Namun, Gubernur Koster menilai pembangunan infrastruktur nasional belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan spesifik Bali. (hd)

.

banner 336x280