53 Negara Keluarkan Peringatan Susu Formula Nestlé

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – BPOM menghentikan sementara distribusi dan impor susu formula bayi Nestlé setelah peringatan global terkait dugaan cemaran toksin cereulide. Dua bets beredar di Indonesia. Meski hasil uji aman, penarikan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian, sementara CEO Nestlé menyampaikan permintaan maaf publik resmi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginstruksikan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan impor produk susu formula bayi tertentu sebagai respons atas peringatan global dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF). Setidaknya 53 negara, termasuk Indonesia, telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait penarikan produk tersebut yang diduga berpotensi tercemar toksin berbahaya.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa produk yang ditarik merupakan produksi Nestlé Suisse SA dari pabrik Konolfingen, Swiss, yang diduga mengandung cemaran toksin cereulide pada bahan baku minyak arachidonic acid (ARA). Di Indonesia, BPOM menemukan dua bets yang telah beredar, yakni S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 serta 51540017A1.

Meski hasil pengujian laboratorium menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi dan hingga kini belum ada laporan kasus gangguan kesehatan di Indonesia, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian karena produk ini dikonsumsi oleh kelompok rentan, yakni bayi. Nestlé Indonesia pun telah melakukan penarikan produk secara sukarela di bawah pengawasan BPOM.

Di tingkat global, CEO Nestlé Philipp Navratil merilis video permintaan maaf kepada publik. Dalam pernyataannya yang dikutip dari The Independent, Navratil menyampaikan penyesalan atas kekhawatiran dan gangguan yang dialami orang tua dan pengasuh akibat penarikan ini. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kasus penyakit yang terkonfirmasi akibat produk tersebut.

Penarikan ini dipicu oleh dugaan kontaminasi cereulide, toksin yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus dan bersifat tahan panas. Paparan toksin ini dapat menyebabkan mual, muntah hebat, diare, dan lemas dalam waktu singkat. Beberapa merek yang terdampak antara lain SMA, BEBA, NAN, dan Alfamino. Nestlé mengungkapkan bahwa masalah kualitas ditemukan di salah satu pabriknya di Belanda pada Desember lalu, sehingga pemasokan minyak ARA dari pemasok terkait telah dihentikan.

BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki produk dengan nomor bets terdampak agar segera menghentikan penggunaannya dan mengembalikannya ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen Nestlé Indonesia. BPOM juga menegaskan bahwa produk Nestlé lainnya tetap aman dikonsumsi, serta mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan. (pukulenam.id)

banner 336x280