DENPASAR (Baliwananews.com) – Di tengah pesatnya dinamika Kota Denpasar sebagai metropolis yang berhadapan dengan berbagai tantangan perkotaan seperti kemacetan, alih fungsi lahan, hingga keterbatasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebuah aksi nyata kelestarian lingkungan terus bergerak konsisten. Komunitas Tukad Bindu, yang telah berkiprah selama 15 tahun, membuktikan bahwa pemberdayaan sungai dapat menjadi solusi kreatif mewujudkan oase hijau dan ruang rekreasi publik yang asri di jantung kota.

Berawal dari tekad mulia memberdayakan alam untuk sesama, Komunitas Tukad Bindu berhasil mengubah kawasan tepi sungai yang dulunya kurang terawat menjadi destinasi Ekowisata Air Terintegrasi di Denpasar. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para penggerak di garda depan, di antaranya Gus Arik dan Gusti Agung Manik (Jung Nik), bersama seluruh “Pasukan Tukad Bindu”.
”Perjuangan membangun oase di tengah kota tentu penuh lika-liku, khususnya dalam meyakinkan warga sekitar. Namun dengan konsistensi dan niat baik, masyarakat menyambutnya dengan sangat antusias. Dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Denpasar juga menjadi pendorong utama keberhasilan ini,” ujar salah satu perwakilan penggerak Tukad Bindu.
Inisiatif mandiri ini tak hanya menginspirasi warga lokal, namun juga telah menarik perhatian dan apresiasi dari berbagai lembaga internasional yang berkunjung langsung untuk mempelajari model pengoperasian ekowisata berbasis komunitas ini. Tukad Bindu kini dinilai layak menjadi proyek percontohan nasional untuk “Aksi Nyata Merawat Alam”.

Sebagai bentuk edukasi dan ruang interaksi publik yang konsisten merawat sungai agar tetap bersih dan asri, Komunitas Tukad Bindu menggelar acara “Lomba Mancing” yang dilangsungkan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan bagi semeton pegiat lingkungan, warga sekitar, serta penikmat rekreasi sungai untuk merayakan keberhasilan pengelolaan lingkungan secara bergotong royong.
Melalui kiprah berkelanjutan ini, Komunitas Tukad Bindu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama menjaga kebersihan sungai dan kelestarian lingkungan Bali. Let’s Save Bali!

Komunitas Tukad Bindu adalah gerakan swadaya masyarakat di Denpasar, Bali, yang fokus pada revitalisasi, konservasi sungai, dan pemanfaatan ruang publik berbasis ekowisata air terintegrasi. Berdiri sejak 15 tahun lalu, komunitas ini berkomitmen mengedukasi masyarakat serta menjaga fungsi kelestarian alam demi kenyamanan dan kesejahteraan bersama. (bas)















