Denpasar (Baliwananews.com) – SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dibuka besok, Rabu (4/11), di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Berlangsung hingga 6 November 2026 dengan luas area pameran mencapai 18.000 meter persegi, pameran dagang khusus business-to-business (B2B) ini menjadi wadah yang mempertemukan produsen makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) Indonesia dengan pembeli, distributor, pemasok, serta pengambil keputusan industri dari dalam maupun luar negeri.
Sebagai bagian dari SIAL Network, jaringan pameran industri F&B internasional yang berdiri sejak 1964, penyelenggaraan SIAL di Jakarta membuka peluang kolaborasi dua arah. Pameran ini tidak hanya membantu pelaku usaha Indonesia menjajaki peluang ekspor dan distribusi ke pasar internasional, tetapi juga mempertemukan perusahaan global dengan potensi pasar F&B Indonesia yang terus berkembang. Secara keseluruhan, rangkaian pameran dari SIAL Network telah mempertemukan lebih dari 17.000 peserta pameran dan 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi dan ekspor produk makanan dan minuman di kawasan. Namun, bagi banyak pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tantangan utamanya adalah menjangkau pembeli internasional yang tepat serta membangun kemitraan di luar pasar domestik,” ujar Henri Tan, Managing Director SIAL Network – ASEAN and India. “Di sinilah SIAL Network menjadi pembeda.Dengan kehadiran jaringan internasional, pemahaman pasar dan keahlian di bidang industri, kami membantu mengembangkan potensi produk serta menjembatani komunikasi bisnis menjadi peluang perdagangan yang konkret.”
Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, SIAL Food & Drinks Indonesia menghadirkan peserta pameran dari 13 negara dan wilayah, yakni Amerika Serikat, Arab Saudi, China, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Prancis, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. Pengunjung profesional (trade visitors) dapat menjajaki beragam produk dan solusi industri, mulai dari bahan baku, mesin pengolahan dan pengemasan makanan, produk makanan dan minuman kemasan, produk roti dan kembang gula, kopi, teh, kakao, minuman beralkohol, hingga peralatan dapur.
Inovasi menjadi salah satu fokus utama pameran melalui program unggulan SIAL Innovation, yang diselenggarakan dalam rangkaian pameran SIAL di berbagai negara. Program ini akan menampilkan 10 finalis terbaik yang telah diumumkan untuk Indonesia. Sementara itu, peraih Gold, Silver, dan Bronze Award akan diumumkan selama pameran berlangsung. Program tersebut memberikan apresiasi terhadap inovasi produk makanan dan minuman yang menjanjikan sekaligus membuka peluang bagi produk terpilih untuk memperoleh eksposur lebih luas di kalangan profesional industri dan calon pembeli.
Sejumlah program unggulan lainnya turut meramaikan pameran, antara lain SIAL Culinary Masters Asia, kompetisi bagi para koki/chef profesional; Indonesia Barista Championship 2026/2027; NourishX Pavilion yang menampilkan perkembangan di bidang nutrisi fungsional, teknologi pangan dan pertanian, bioteknologi, serta keberlanjutan; dan Business Matching Program yang dirancang untuk memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan calon mitra bisnis potensial.
Cakupan bisnis pameran juga diperluas melalui penyelenggaraan bersama Indonesia Food Transport & Logistics Expo 2026. Kolaborasi kedua pameran ini mempertemukan kebutuhan industri makanan dan minuman dengan sektor transportasi, logistik, pergudangan, serta rantai dingin (cold chain). Ketersediaan produk dan keandalan distribusi merupakan aspek penting dalam rantai pasok, khususnya untuk produk yang sensitif terhadap perubahan suhu dan membutuhkan kondisi penyimpanan serta pengangkutan terkontrol guna menjaga kualitasnya. Melalui integrasi kedua sektor tersebut, pelaku industri dapat menjajaki berbagai kebutuhan bisnis secara lebih menyeluruh, mulai dari pengadaan produk hingga solusi distribusi.
Penyelenggaraan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia. “Dukungan dari instansi pemerintah dan asosiasi industri makanan dan minuman terhadap SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri makanan dan minuman Indonesia serta membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk tumbuh, berkembang, dan memperluas jangkauan perdagangan,” tutup Henri Tan.
SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 terbuka bagi para profesional industri makanan dan minuman, termasuk produsen, pemasok, importir, distributor, dan pembeli profesional (trade buyers) pada 4–6 November 2026. Pendaftaran bagi trade visitors dapat dilakukan secara gratis melalui tautan berikut: https://sialfooddrinksindonesia.com/visitor-registration/.
Comexposium merupakan salah satu penyelenggara pameran dan acara bisnis terkemuka di dunia. Grup ini menyelenggarakan sekitar 400 pameran dagang (trade shows), pameran konsumen (consumer exhibitions), convention-exhibitions, serta business matching event di 80 kota utama yang tersebar di 20 negara, termasuk SIAL (jaringan acara terkemuka dunia bagi para profesional industri makanan); Wine Paris dan Vinexpo (jaringan acara bisnis global terkemuka yang didedikasikan untuk anggur dan minuman beralkohol); Who’s Next; Foire de Paris; Retromobile; Salon du Chocolat; Silmo; iMedia; ad:tech; dan sebagainya.
Comexposium mempertemukan komunitas profesional dan peminat dari seluruh dunia melalui strategi omnichannel yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata para kliennya. Berkantor pusat di Courbevoie (Île-de-France), grup ini mempekerjakan 1.200 karyawan di berbagai anak perusahaannya. (hd)












