Prabowo Akhirnya Ganti Lima Menteri

Nasional, Politik451 Views
banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Presiden Prabowo merombak lima kementerian dalam reshuffle perdana Kabinet Merah Putih 2024–2029, melantik Purbaya Yudhi Sadewa cs, dan membentuk Kementerian Haji dan Umroh. Langkah ini merespons dinamika politik-ekonomi, protes publik, serta menegaskan arah baru pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle perdana Kabinet Merah Putih 2024–2029 pada Senin (8/9) di Istana Negara, Jakarta. Lima kementerian dirombak, dan nomenklatur baru berupa Kementerian Haji dan Umroh dibentuk menggantikan Badan Penyelenggara Haji. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat tinggi negara serta undangan terbatas.

Adapun kementerian yang dirombak adalah Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Keuangan; Kementerian Pelindungan Pekerja Migran; Kementerian Koperasi dan UKM; serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dari jajaran tersebut, posisi Menpora hingga kini masih dibiarkan kosong setelah Dito Ariotedjo diberhentikan, sementara empat kementerian lain sudah memiliki pengganti.

Lima pejabat baru yang dilantik antara lain Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi dan UKM, Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umroh, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umroh. Keputusan reshuffle dituangkan dalam Keppres Nomor 86/P Tahun 2025.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, keputusan reshuffle ini diambil setelah Presiden melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa perubahan dilakukan atas dasar pertimbangan berkelanjutan, masukan dari berbagai pihak, serta kebutuhan untuk memperkuat efektivitas pemerintahan dalam menghadapi dinamika politik dan ekonomi yang berkembang.

Dampak reshuffle ini cukup luas, terutama pada bidang ekonomi, politik, dan pelayanan publik. Di bidang ekonomi, penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan pasar, menimbulkan kekhawatiran mengenai disiplin fiskal, tetapi juga memunculkan optimisme pertumbuhan hingga 8 persen. Di bidang politik, perombakan dinilai sebagai langkah meredam gelombang protes nasional terkait isu tunjangan DPR. Sedangkan di bidang pelayanan publik, pembentukan Kementerian Haji dan Umroh diharapkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Reaksi pasar keuangan menunjukkan IHSG melemah sekitar 1,3 persen, sementara rupiah justru menguat 0,7 persen. Analis memperingatkan risiko meningkatnya defisit anggaran melewati batas 3 persen PDB, meski pemerintah berjanji tetap menjaga stabilitas fiskal. Purbaya sendiri menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan swasta untuk mewujudkan target pertumbuhan tinggi.

Dengan reshuffle perdana ini, Presiden Prabowo ingin menegaskan arah baru pemerintahannya: memperkuat stabilitas politik, mempercepat pembangunan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat perlindungan tenaga kerja migran. Langkah lanjutan berupa pengisian kursi Menpora akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi dan soliditas Kabinet Merah Putih.’

banner 336x280