Pemilik Truk Galian C Karangasem Buka Suara: Setor Rp250 Ribu/Truk, Tanggung Jawab Pejabatnya Mana?

banner 468x60

Karangasem — Bosan selalu dituding sebagai penyebab utama kerusakan jalan di Kabupaten Karangasem, salah satu pemilik truk pengangkut bahan galian C akhirnya angkat bicara. Ia tak mau terus-menerus dipojokkan seolah merekalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab.

Mereka mengaku tetap membayar retribusi resmi sebesar Rp250.000 untuk setiap truk yang keluar, disetorkan langsung ke Pemerintah Kabupaten Karangasem. Jika dikalikan ribuan truk yang beroperasi setiap bulannya, dana tersebut jumlahnya sangat besar, kemana saja uang itu disalurkan?

Hasil Investigasi Media Bacasore.com:

Tantang Polda Bali — Pemilik truk meminta aparat tidak hanya menindak pengusaha dan pengemudi, tetapi juga memeriksa pejabat daerah terkait dugaan kebocoran dana retribusi Galian C yang selama ini masuk ke kas daerah.

Sidak Tanpa Sita — Razia yang dilakukan Kepolisian dan Satpol PP dinilai hanya bersifat permukaan. Alat berat dan sarana penunjang tambang yang merupakan urat nadi operasi, TIDAK PERNAH disita maupun dilelang untuk negara, padahal banyak tambang yang beroperasi tanpa izin sah.

37 Titik Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lengkap Sekitar 37 lokasi tambang Galian C reportedly masih beroperasi padahal izinnya tidak lengkap atau bahkan sudah kadaluarsa sejak tahun 2023. Dugaan kuat: pihak terkait di Pemkab Karangasem mengetahui lokasi-lokasi ini namun membiarkannya tetap berjalan, dan retribusi tetap dipungut.

“Kami sudah bayar retribusi resmi. Kalau jalannya tetap rusak dan izinnya bermasalah, tanggung jawab pejabat yang menerima uang kami di mana?” ungkap salah satu pemilik truk.

Pertanyaannya kini menggantung: Bagaimana mekanisme pengawasan dan penegakan hukum di lapangan? Apakah ada yang menutup mata atas praktik ini? Dan kemana dana retribusi yang terus mengalir itu dialokasikan?

Semeton, apa pendapat kalian? Sampaikan di kolom komentar di bawah!

Sumber: http://Bacasore.com
#galianc #karangasem #bali #jalanrusak #beritabali #korupsi #transparansi

banner 336x280