Denpasar (Baliwananews.com) -Pemerintah akan menerapkan WFH satu hari per minggu setelah Lebaran untuk menghemat BBM di tengah kenaikan harga minyak dunia, dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi.
Pemerintah Indonesia akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor tertentu setelah Lebaran 2026, sebagai upaya menghemat bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan merupakan arahan Presiden dalam sidang kabinet di Jakarta.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendukung kebijakan tersebut karena dinilai mampu mengurangi mobilitas masyarakat dan konsumsi BBM secara nasional. Ia menilai, jika kebijakan ini juga diterapkan pada sektor pendidikan, maka penghematan energi dapat semakin optimal.
Meski demikian, pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dengan memastikan sektor industri dan manufaktur tetap beroperasi. Beberapa sektor, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, tidak akan menerapkan WFH agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.
Pemerintah saat ini masih mengkaji teknis pelaksanaan kebijakan bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri. WFH direncanakan berlaku satu hari per minggu untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan produktivitas kerja, sekaligus mendorong aktivitas domestik dan pariwisata.










