Pemerintah Luncurkan Biodiesel B50

banner 468x60

Jakarta (Baliwananews.com) -Pemerintah luncurkan program mandatori B50 (biodiesel 50%) mulai Juli 2026 dan E20 (20% bioetanol) di 2028 untuk hemat devisa Rp157 triliun dan kurangi impor bahan bakar.

Pemerintah Indonesia akan melaksanakan program mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 di seluruh negara. Program yang dicetuskan Kementerian ESDM ini mengubah komposisi solar menjadi 50% minyak sawit dan 50% solar fosil untuk mengurangi impor bahan bakar dan memperkuat kemandirian energi nasional. Seperti dilansir dari laman Tempo.co

Program mandatori biodiesel B50 bisa menghemat 4 juta kiloliter bahan bakar fosil per tahun dan menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun pada 2026. Ini lebih besar dari target program biodiesel B40 sebelumnya yang hanya Rp140 triliun.

Pemerintah juga merencanakan program E20 (20% bioetanol) mulai 2028 dan akan mulai produksi bioetanol di Merauke, Papua pada 2027. Target pengembangan adalah 500.000 hektare lahan tebu sebagai sumber bahan baku bioetanol.

Selain itu, Indonesia juga masih bergantung pada impor LPG butuh 8,6 juta ton per tahun tapi hanya produksi 1,6-1,7 juta ton. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan energi nasional dalam jangka pendek masih aman meskipun akan mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif.

banner 336x280