Denpasar (Baliwananews.com) – Banyaknya permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sosial umat Hindu dan para guru adalah salah satu yang dianggap bertanggungjawab dalam menangani permasalahan dan tantangan. tersebut.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Badung Dr .Drs. Gde Rudi M.ag didampingi .Dr. Drs. I Nyoman Sarjana M.Ikom. dalam “Simakrama dengan Guru Agama se‑Kabupaten Badung” atau pertemuan/temu wicara (sosialisasi, silaturahmi, atau forum koordinasi) yang melibatkan seluruh guru SMA di wilayah Kabupaten Badung dalam rangka penguatan kualitas pendidikan, peningkatan kebersamaan dan sinergi antar‑guru. Selasa (28/4).
Seperti diketahui bahwa Tugas pokok dan fungsi PHDI adalah Melayani umat untuk meningkatkan sradha (kepercayaan) dan bhakti sesuai ajaran Weda, Meningkatkan peran umat Hindu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta mengembangkan dan memelihara kerukunan, keserasian, serta keharmonisan intern–umat Hindu dan antar‑umat beragama.
Simakrama ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Kadisdikpora Kabupaten Badung, Kepala Kkantor Agama Kabupaten Badung dan Ketua PHDI Badung dan Guru-guru Agama Hindu dan ASN Se-Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan itu pula disampaikan bahwa menurut keputusan dari rapat Panitia penyelenggaraan peringatan Dharma Santi 2026 pada 27 Februari 2026 untuk menekankan efisiensi pembiayaan dan mengutaman sifat Ngayah serta hanya memberikan sekedar dana konsumsi sederhana untuk kelancaran penyelenggaraan serta tidak diberikan dana sebagai pengganti ongkos transportasi yang diperoleh dari hasil kerja keras dan kerja cerdas dari Bandesa adat Kecamatan Kuta dan segenap pengurus. (hd)










