“Saat melihat seseorang, terutama anak muda yang hidupnya sedang terperangkap dalam kesulitan, bahkan terus dirundung oleh kehidupan, apa yang kamu lihat dari sudut semesta, Manu?” Tanya Lisah penasaran.
“Oh, aku sedang melihat benih pohon yang kelak akan tumbuh kokoh dan berdaun rindang. Kelak ia akan menjadi pelindung banyak kehidupan.”
“Ia akan menunjukkan arti Urip Nguripi, hidup yang memberi kehidupan. Namun tentu semesta akan menempanya dengan kesulitan lebih dulu. Sebab hanya mereka yang berhasil keluar dari bencana kesulitanlah yang akan menyelamatkan orang lain dari kesulitan.”
“Kesulitan hidup hanyalah momen penguatan dan pendewasaan bagi jiwa yang ditempa untuk bermanfaat bagi kehidupan yang lebih besar.”
“Jika kamu sedang ada sebagai jiwa yang ditempa kesulitan, bertahan dan berjuanglah. Kelak kamu akan paham kata-kataku ini.” Ujar Manu.










