Himpunan Perupa Payangan Gelar Pameran “Udhar Banda Karma”, Mengurai Belenggu Tradisi Menuju Kreativitas yang Terbuka

banner 468x60

SANUR (Baliwananews.com) — Himpunan Perupa Payangan resmi menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Udhar Banda Karma” di Santrian Art Gallery, Sanur. Pameran ini menampilkan 38 karya yang merangkum keberagaman ekspresi para seniman, mulai dari lukisan tradisional, eksplorasi modern, karya abstrak, hingga seni patung kontemporer. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Perwakilan dari Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, S.ST.Par., MAP.

“Udhar Banda Karma” merupakan kelanjutan perjalanan kreatif Himpunan Perupa Payangan. Jika sebelumnya di Monkey Forest, Ubud (Mei 2026) komunitas ini berfokus pada pendalaman filosofi internal Bayu Idep Karma, maka pameran di Sanur adalah sebuah lompatan keluar yang berani. Dari pedalaman Payangan menuju pesisir Sanur bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah ziarah kultural dari pusat pakem tradisi menuju ruang dialog seni rupa global yang lebih terbuka.

“Udhar Banda Karma berarti mengurai belenggu. Tradisi adalah karma yang melekat pada diri kami, namun jika dipegang terlalu kaku, ia dapat berubah menjadi belenggu yang memenjara kreativitas. Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa merawat tradisi bukan berarti berhenti berkembang,” ujar I Made Dolar Astawa, Ketua Himpunan Perupa Payangan.

Pameran ini menampilkan spektrum karya yang kaya dan beragam, terbagi dalam empat kelompok utama:

– Penjaga Nyala Api Tradisi, karya yang mempertahankan estetika klasik sebagai pilihan sadar, bukan repetisi pasar
– Perkawinan Tradisi dan Modernitas, dialog antara estetika Bali dan prinsip komposisi modern
– Pelepasan Menuju Dunia Abstrak, penerjemahan spiritualitas ke dalam bentuk murni warna dan tekstur
– Dinamika Seni Patung eksplorasi material dan bentuk tiga dimensi yang bebas dari pakem

Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, MBA, Owner Santrian Art Gallery, menyambut hangat kehadiran para seniman.

“Sanur adalah ruang hibriditas seni rupa Bali. Kami melihat pameran ini bukan sekadar pajangan karya, melainkan sebuah dialog kritis yang matang. Merawat tradisi bukan berarti memenjarakan diri, melainkan membiarkannya tumbuh dan relevan dengan zaman.”

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, S.ST.Par., MAP., memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Langkah Himpunan Perupa Payangan melintasi batas geografis menuju Sanur adalah keputusan yang berani dan visioner. Ini bukti nyata bahwa seniman kita tidak pernah statis. Pemerintah Kabupaten Gianyar akan selalu mendukung inisiatif yang menghidupkan ekosistem seni rupa kita.”

Kurator pameran, Dr. I Nyoman Suardina, menjelaskan bahwa pameran ini adalah manifesto kebebasan berkreativitas:

“Kami tidak membuang akar kami. Kami hanya melonggarkan ikatannya, sehingga pohon seni rupa kami dapat tumbuh lebih rimbun, menjangkau lebih jauh, dan memberi manfaat bagi lebih banyak orang.”

Pameran “Udhar Banda Karma” diharapkan dapat menjadi pemicu inspirasi bagi generasi muda seniman, memperkuat jejaring seni rupa Bali, serta membuktikan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan, selaras, saling menguatkan, dan tak terpisahkan.

 

banner 336x280