Denpasar (Baliwananews.com) – Minikino, organisasi film pendek internasional yang berbasis di Bali, Indonesia, mengumumkan keterlibatan resminya dalam Cinéma de Demain, sebuah inisiatif visioner di bawah naungan Festival de Cannes 2026, Prancis. Festival de Cannes tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke 79, yang akan berlangsung pada 12 sampai 23 Mei 2026. Dan partisipasi ini menandai babak baru bagi perfilman nasional dalam memperkuat jejaring profesional di panggung industri film paling bergengsi di dunia.
Minikino secara resmi akan hadir dalam program Short Film Corner (SFC) | Rendez-vous Industry – Cinéma de Demain. Hal ini mempertegas kembali posisi Indonesia dalam peta perfilman dunia, melalui partisipasi aktif dalam program Short Film Corner (SFC) | Rendez-vous Industry – Cinéma de Demain di Festival de Cannes 2026.

Cinéma de Demain, yang secara harfiah berarti “Bioskop Masa Depan”, adalah inisiatif Festival Film Cannes yang diluncurkan pada tahun 2023. Situs Resmi Cinéma de Demain – Festival de Cannes bisa dilihat di https://cinemadedemain.festival-cannes.com. Program ini dirancang khusus untuk menjadi jembatan bagi generasi baru pembuat film guna menembus pasar internasional.
Edo Wulia, direktur Minikino memberi pernyataan resminya, “Kesempatan ini tentu sangat berharga bagi Minikino untuk kembali membawa film pendek Indonesia ke atas panggung yang diakui dunia,”. Keterlibatan aktif film pendek Indonesia dalam Short Film Corner menjadi langkah strategis dalam memastikan talenta nasional mendapatkan tempat di pusat industri film dunia. “Melalui partisipasi di Cannes 2026 ini, Minikino berharap bisa membawa pulang wawasan global yang dapat diadaptasi untuk memperkuat ekosistem film pendek di tanah air.” sambungnya.
Capaian Proyek “Gentle Hands” dan Peran Strategis Minikino
Tahun ini, proyek film pendek Indonesia bertajuk “Gentle Hands” karya Garry Christian (penulis, sutradara) dan Feisha Adila Permanayadi (produser) berhasil terpilih untuk mengikuti program bergengsi Focus SCRIPT. Proyek ini merupakan sedikit banyak merupakan hasil dari keterlibatan mereka di program Shorts Up 2025 oleh Minikino. Pengembangan awal proyek “Gentle Hands” karya Garry Christian dan Feisha Adila Permanaya bisa dilihat di https://minikino.org/shortsup2025.Dan dengan prestasi “Gentle Hands” ini akhirnya juga menjadi bukti nyata bagaimana program Shorts Up menghasilkan keberlanjutan pembinaan talenta dari tingkat nasional menuju industri global.
Garry Christian melengkapi, “Pada bulan April lalu kami mendapatkan asupan script mentoring session secara online bersama Franz Rodenkirchen, kemudian dilanjutkan dengan online pitch training session bersama Gabriele Brunnenmeyer. Kedua pertemuan ini sangat membantu persiapan proyek Gentle Hands yang kini sudah masuk ke tahap financing, dengan skenario yang sudah siap diproduksi. Semoga di sesi temu langsung Focus SCRIPT di Prancis nanti, saya dan Feisha bisa bersinergi dengan para pembuat film pendek lain dari seluruh dunia, dan juga bersama para decision makers untuk semakin mendekati terealisasinya proyek film pendek ini.”. (hd)















