BULELENG (Baliwananews.com) — Dr. Diah Kencana, peneliti dan penggiat bambu, memperkenalkan potensi bambu kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menguatkan pendidikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal melalui KKN Berdampak.

Dalam paparannya, Dr. Diah Kencana menekankan bahwa bambu tabah merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, sosial, budaya, dan ilmiah. Tanaman ini berperan dalam konservasi tanah dan air, sekaligus dapat dimanfaatkan untuk pangan, obat tradisional, kerajinan, biomaterial, bioenergi, biochar, karbon aktif, hingga pupuk organik.
Mahasiswa KKN diharapkan mampu menerjemahkan materi tersebut menjadi aksi nyata bersama masyarakat Dencarik, mulai dari edukasi budidaya, penanaman, hingga pengembangan produk berbasis bambu. Pendekatan ini sejalan dengan semangat ekoteologi yang telah dilakukan mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan di Desa Dencarik melalui penghijauan kawasan pura dan ruang publik.

Kehadiran mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan di Desa Dencarik merupakan bagian dari program KKN Tahun 2026 yang menempatkan 657 mahasiswa di 23 desa pada Kecamatan Banjar dan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Program ini mendorong mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal serta nilai Tri Hita Karana.
Melalui pengenalan bambu ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan. Bambu dipandang bukan hanya sebagai tanaman, melainkan aset desa yang mampu mendukung ketahanan lingkungan, membuka peluang usaha, dan memperkuat identitas budaya lokal. (bas)
















