Denpasar (Baliwananews.com) – Biocom atau Biopori Komposter Mini, merupakan solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang cerdas, murah, dan efisien, terutama relevan di Bali melalui inisiatif seperti Yayasan Tamiang Bali. Teknologi ini mengubah sisa makanan menjadi kompos secara alami tanpa biaya operasional tinggi.

Biocom dibuat dari Drum Plastik lalu diisi sampah yang akan dikelola lalu disiram atau disemprotkan dengan cairan M-BIO.
memanfaatkan biopori untuk aerasifikasi alami dan mikroorganisme pembusuk. Sampah organik dimasukkan ke dalamnya, terurai menjadi pupuk kompos dalam waktu singkat, sambil bisa ditanami sayur seperti tomat untuk hasil ganda. Proses ini ramah lingkungan, mengurangi volume sampah hingga signifikan tanpa listrik atau bahan kimia tambahan. Keunggulan Efisiensi dan Biaya Rendah.

“Biocom hemat biaya karena sampah dapur tidak perlu diangkut rutin, mengurangi iuran pengelolaan sampah RT atau desa, serta mudah dibuat sendiri dengan bahan murah seperti pipa dan pot (estimasi di bawah Rp175.000 per unit),” kata I Nyoman Baskara dari Yayasan Tamiang Bali, Selasa (23/2/2026).

Menurutnya, Meskipun pihaknya belum ada kerjasama dengan pihak akademisi ataupun mahasiswa KKN tapi sampai saat ini sudah mendapatkan respon baik dari banyak kalangan.
“Tim Inovatif kami, siap mendampingi masyarakat, demi mewujudkan Kota & Desa Tanpa TPA (tempat pembuangan akhir).
“Hasil penjajagan dengan beberapa pabrik pupuk organik, kompos rumah tangga yang dihasilkan melalui BIOCOM sangat bagus sebagai bahan pupuk organik. Dan mereka siap untuk bersinergi,” terang Baskara.
Di Bali, Yayasan Tamiang Bali mempromosikannya untuk kota tanpa TPA di Denpasar, selaras dengan kebijakan Gubernur Bali No. 9/2025 tentang pengelolaan berbasis sumber. Dan sudah mendapat respon positif dari berbagai kalangan diantaranya praktisi pertanian, dosen-dosen pertanian dan tokoh masyarakat terlebih ibu-ibu rumah tangga apalagi hasilnya nanti masyarakat bisa langsung mendapatkan kompos untuk tanaman.
Penerapan di Bali dan Rekomendasi Yayasan Tamiang Bali yang aktif mendorong Biocom sebagai bagian dari pengurangan sampah organik, cocok untuk rumah tangga atau komunitas di Bali dengan lahan minim. (hd)










