Denpasar (Baliwananews.com) – Agus Maha Usadha, Ketua Eksekutif Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali sekaligus Ketua NawaCita Indonesia Tourism (NCPI) Bali, saat ini berada di Xi’an, Tiongkok, untuk menghadiri Konferensi Kota Persahabatan Internasional Tiongkok (China International Friendship Cities Conference/CIFCC) tahun 2026. Kehadiran beliau merupakan undangan khusus dari Gubernur Yunnan dan Asosiasi Rakyat Tiongkok untuk Persahabatan dengan Negara Asing (Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries/CPAFFC).

Dalam konferensi tersebut, Agus Maha Usadha secara resmi menerima penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Yunnan untuk Provinsi Bali. Penghargaan bergengsi ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan yang luar biasa, keberlangsungan jangka panjang, serta komitmen aktif dalam program Provinsi Bersaudara (Sister Province) antara Yunnan dan Bali yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.
“Menerima penghargaan ini merupakan suatu kehormatan besar dan bukti nyata dari kerja keras banyak pihak selama 20 tahun terakhir. Hal ini mencerminkan ikatan yang kuat di antara masyarakat kita,” ujar Executive Chairman PPIT Bali itu.

Cetak Biru untuk Persahabatan Jangka Panjang
Hubungan antara Yunnan dan Bali dikenal sebagai kemitraan yang memiliki daya tahan jangka panjang di antara berbagai kerja sama kota/provinsi bersaudara. Kunci dari keberlangsungan ini adalah Nota Kesepahaman (MOU) yang ditandatangani pada bulan Agustus lalu di Bali antara PPIT Bali dan CPAFFC Yunnan, yang diwakili oleh Ibu Wang Yu, Wakil Presiden CPAFFC Provinsi Yunnan. MOU ini melembagakan kemitraan tersebut, memastikan bahwa kunjungan diplomatik tingkat tinggi senantiasa ditindaklanjuti dengan hasil proyek yang nyata dan berkelanjutan.
Selain pertukaran arus wisatawan, kemitraan ini kini berfokus pada pertukaran mendalam mengenai standar pariwisata berkelanjutan, model partisipasi masyarakat, dan manajemen pariwisata. Melalui NCPI Bali, terdapat upaya kuat untuk mempelajari keberhasilan Yunnan dalam pengembangan pariwisata perdesaan serta pelestarian warisan budaya, guna memberdayakan masyarakat lokal di Bali. Menjembatani Pencapaian Jangka Pendek dengan Strategi Jangka Panjang
Menatap masa depan, Agus Maha Usadha mencetuskan model kerja sama komprehensif yang menyeimbangkan proyek-proyek jangka pendek yang dapat segera dilaksanakan dengan perencanaan strategis jangka panjang. Meskipun pertukaran budaya dan pariwisata tetap menjadi pondasi utama, kemitraan ini berkembang pesat ke berbagai sektor lain, seperti pertanian, energi hijau, pendidikan dan teknologi, kesehatan, serta investasi.
Guna bersiap menghadapi ekonomi digital dan industri maju Ai, fokus kini beralih pada pengembangan sumber daya manusia.
PPIT Bali dan NCPI Bali secara aktif terus mencari pengembangan program pertukaran pendidikan serta pelatihan vokasi untuk membekali generasi muda Bali agar siap terlibat dalam kolaborasi berteknologi tinggi di masa depan. Selain itu, asosiasi ini juga membuka pintu bagi para investor asal Yunnan untuk menjajaki peluang bisnis di Bali, sekaligus mempromosikan pulau ini bukan sekadar sebagai destinasi wisata unggulan, melainkan sebagai mitra ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan.
Model hubungan provinsi bersaudara (sister-province) antara Yunnan dan Bali menjadi referensi yang baik bagi program persahabatan antarwilayah. Hal ini membuktikan bahwa konsistensi, jembatan kelembagaan, serta peta jalan (roadmap) yang jelas dan bertahap merupakan kunci keberhasilan kerja sama internasional di tingkat lokal.
Tentang PPIT Bali (Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok Bali)
PPIT Bali berdedikasi untuk membina saling pengertian dan kerja sama antara masyarakat Bali dan Tiongkok melalui kemitraan di bidang budaya, pendidikan, dan ekonomi. Organisasi ini berperan sebagai jembatan penting di tingkat akar rumput dalam memperkuat hubungan bilateral.
Tentang NCPI Bali (NawaCita Indonesia Tourism)
NCPI Bali merupakan organisasi pariwisata terkemuka yang berkomitmen untuk memajukan sektor pariwisata melalui praktik berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan kerja sama internasional, guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta pelestarian budaya di Bali, melalui pendidikan dan teknologi serta investasi. (hd)
















