Aktivis Lingkungan dari Kpop4Planet, Nurul Sarifah Masuk “National Geographic 33”

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Penggemar K-pop dan aktivis lingkungan dari Kpop4Planet, Nurul Sarifah dan Hyekyeong Kim, terpilih dalam daftar National Geographic 33 (NG33) tahun ini sebagai salah satu dari 33 individu berpengaruh yang berkontribusi dalam menciptakan masa depan lebih baik bagi dunia.

Dipilih langsung oleh media ternama National Geographic, Nurul merupakan Warga Negara Indonesia pertama yang berhasil masuk ke dalam daftar ini bersamaan dengan tokoh publik dan aktor legendaris Harrison Ford serta perancang busana ternama Stella McCartney atas kontribusi signifikan mereka terhadap perlindungan lingkungan.

Nurul dan Kim, seorang penggemar K-pop generasi pertama dari Korea Selatan, terpilih untuk kategori ‘Visioner’ karena mendirikan Kpop4Planet – platform digital dan gerakan global yang mendorong penggemar K-pop untuk aksi iklim.

Kpop4Planet telah meraih pengakuan internasional sebelumnya, termasuk dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Wanita Terbaik Tahun Ini versi BBC pada tahun 2023 dan salah satu dari 100 Tokoh Iklim oleh media Inggris The Independent pada tahun 2024.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, Kpop4Planet telah mengorganisir kampanye yang didukung oleh lebih dari 85.000 partisipan yang datang lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

“Saya bersyukur atas pengakuan terhadap pencapaian penggemar K-pop yang telah mengubah perusahaan dan pemerintah demi keadilan iklim. Solidaritas kreatif penggemar menunjukkan betapa mendesaknya krisis iklim yang semakin memburuk,” Ujar Kim, yang saat ini berperan sebagai Direktur Kpop4Planet. “Oleh karena itu, kami akan terus mendedikasikan diri sebagai wadah untuk menggalang energi tersebut,” lanjutnya.

Tokoh publik yang terpilih untuk NG33 sebelumnya termasuk pendiri Patagonia, Yvon Chouinard, aktris Selena Gomez, dan sutradara film Adam McKay. Nurul dan Kim terpilih bersama dengan tokoh lainnya dari berbagai negara–termasuk ilmuwan, seniman, dan aktivis di bidang iklim dan lingkungan–yang masuk ke dalam kategori lain yaitu Pelopor, Ikon, Petualang, dan Pencipta, seperti pemain NBA Russell Westbrook dan aktor Ewan McGregor.

Dalam sebuah artikel berjudul “Penggemar K-Pop yang Penuh Semangat Memimpin Kemajuan Iklim,” National Geographic memperkenalkan Kpop4Planet sebagai gerakan iklim dari penggemar K-pop yang pantang menyerah untuk mendorong perubahan, terutama dari perusahaan-perusahaan besar.

National Geographic menyorot kampanye ikonik ‘Hyundai, Drop Coal’ yang menyebabkan pembatalan perjanjian pembelian aluminium Hyundai Motor dengan Adaro Minerals Indonesia yang akan diproduksi oleh PLTU batu bara di Kalimantan. Selain itu, kampanye ‘K-pop Carbon Hunters’ yang bertujuan untuk mewujudkan konser K-pop berbasis energi terbarukan turut menarik perhatian.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa penggemar K-pop tiada henti memperjuangkan masa depan mereka dari memburuknya krisis iklim. Para penggemar telah berhasil menekan perusahaan besar seperti Hyundai untuk menghentikan penggunaan batu bara.” Ujar Nurul, pendiri Kpop4Planet dan juru kampanye yang memimpin ‘Hyundai, Drop Coal’.

Saat ini, Kpop4Planet mendorong salah satu bank ternama Korea Selatan, Hana Bank, agar segera berhenti mendanai proyek nikel yang ditenagai PLTU batu bara di Pulau Obi. Mengacu laporan Market Forces, Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan US$ 84 juta ke Grup Harita per tahun 2023. Harita Group saat ini sedang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1,6 GW di Pulau Obi, dengan rencana untuk memperluasnya menjadi lebih dari 4 GW.

Melalui kampanye ‘Hana, Bring K-pop Not Coal’, Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar K-pop Indonesia dengan total pengikut sebanyak 280,000 penggemar, menyerukan Hana Bank untuk menjalankan ‘Deklarasi Penghentian Pembiayaan Batu Bara’ oleh Hana Financial Group di tahun 2021. Hana Bank yang memilih beberapa bintang K-pop seperti G-Dragon dan An Yu-jin sebagai brand ambassador secara langsung dikritik penggemar K-pop terkait strategi “pendanaan batu bara”-nya.

Nurul, yang saat ini memimpin kampanye tersebut mengatakan “Para penggemar menuntut agar Hana Bank berhenti membiayai PLTU batu bara di negara-negara seperti Indonesia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Jika Hana Bank ingin mempertahankan bisnisnya, mereka harus mendengarkan suara kami sebagai calon pelanggan dan menghentikan pendanaan ke Harita.” (hd)

banner 336x280