Advokat I Made Somya Desak Evaluasi Menyeluruh Aparat di Tabanan Pasca Amuk Massa Baturiti

banner 468x60

Tabanan (baliwananews.com) — Advokat I Made Somya Putra, SH., MH., menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa amuk massa di Baturiti, Kabupaten Tabanan, yang berujung pada tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam aduan. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar insiden emosional, melainkan sinyal serius adanya masalah ketertiban umum dan lemahnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Somya menilai peristiwa tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat di lapangan, khususnya dalam pencegahan tindak pidana, perlindungan warga, dan pengendalian situasi agar tidak berkembang menjadi tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan ruang kekerasan tumbuh akibat lambatnya respons terhadap persoalan keamanan masyarakat.

“Atas dasar itu, saya mendesak dilakukan evaluasi terhadap seluruh jajaran yang bertanggung jawab di wilayah tersebut, mulai dari tingkat Babin, Kapolsek Baturiti, hingga Kapolres Tabanan. Bila memang tidak mampu menjalankan fungsi perlindungan dan penegakan hukum, maka harus ada langkah tegas dan akuntabel,” kata Somya.

Ia juga menyerukan agar institusi kepolisian melakukan penelusuran internal terkait dugaan pembiaran praktik tajen ilegal yang kerap memicu keresahan sosial dan membuka ruang bagi perjudian berkedok tradisi. Somya menegaskan bahwa praktik perjudian tidak dapat dilegitimasi atas nama budaya, dan pengaturan adat harus dibedakan secara tegas dari unsur taruhan.

Lebih lanjut, Somya mendorong DPRD dan Pemerintah Provinsi Bali untuk menempatkan pembahasan atraksi budaya secara hati-hati, proporsional, dan sesuai koridor hukum. Menurutnya, pengaturan budaya harus diarahkan untuk menjaga nilai-nilai adat dan spiritual, bukan menjadikan praktik yang berunsur perjudian sebagai sumber keuntungan ekonomi yang merusak ketertiban umum. (hd)

banner 336x280