Universitas Udayana, Western Sydney University, dan NCPI Bali Bentuk Bali Australia Spirit Alliance (BASA)

banner 468x60

Jimbaran (Baliwananews.com)— Dewan Pimpinan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali, Universitas Udayana (Unud), dan Western Sydney University (WSU) secara resmi membentuk forum kerja sama Bali Australia Spirit Alliance (BASA) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Implementation (MoI). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Bangsa, Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, dan dirangkaikan dengan Kuliah Umum (Public Lecture).

Kemitraan ini bertujuan memperkuat hubungan Bali–Australia melalui kolaborasi di bidang penelitian, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah menghubungkan ilmu pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam konteks pariwisata, adat, desa, serta kesejahteraan masyarakat Bali.

Ketua DPW NCPI Provinsi Bali, Agus Maha Usadha, menyatakan bahwa BASA menjadi wadah pengembangan riset bersama Bali–Australia yang direncanakan berlangsung selama lima tahun ke depan. Kerja sama ini diharapkan dapat diperluas kepada universitas-universitas lain serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari kalangan akademisi, organisasi, maupun pemerintah.

“Kerja sama ini berupa pengembangan riset bersama antara Australia dan Bali melalui Western Sydney University dan tentu akan dikembangkan ke universitas-universitas lain ke depan,” ujar Agus Maha Usadha.

Menurutnya, kolaborasi ini akan menitikberatkan pada kekayaan spiritual, budaya, adat, desa, dan masyarakat Bali. NCPI Bali berperan memfasilitasi keterlibatan masyarakat serta mendukung implementasi program melalui jejaring dan pemahaman konteks lokal.

MoU BASA menjadi kerangka kerja sama yang mencakup sejumlah inisiatif utama, antara lain, Penelitian bersama melalui inisiatif “Baliology for Social Impact” (Baliologi untuk Dampak Sosial) dan Pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada perempuan, generasi muda, dan komunitas desa adat Bali.

Juga Peningkatan kapasitas akademik melalui penelitian kolaboratif, Kemitraan gelar serta pertukaran staf dan pengajar serta Pengembangan pembangunan inklusif dan berkelanjutan yang menghargai budaya serta kearifan lokal Bali.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menegaskan bahwa penandatanganan MoU dan MoI merupakan langkah awal penting dalam memperkuat kolaborasi akademik antara Universitas Udayana dan Western Sydney University.

“Visi kami untuk menjadi universitas yang unggul, mandiri, dan berakar pada budaya menjadi panduan dalam membangun kemitraan yang bermakna, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Prof. Ketut Sudarsana.

Beliau menekankan bahwa kerja sama antaruniversitas tidak boleh berhenti pada perjanjian institusional, tetapi harus mampu menciptakan pertukaran pengetahuan serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Universitas Udayana membawa pemahaman mendalam mengenai Bali dan Indonesia, sementara Western Sydney University berkontribusi melalui keahlian riset dan manajemen proyek.

Dalam pelaksanaan riset bersama, Prof. Sunarta akan mendampingi peneliti dari luar dan membentuk tim peneliti Bali sebagai jembatan kolaborasi. Langkah ini diharapkan menghasilkan wacana dan program riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung keberlanjutan pariwisata Bali.

Ketua DPW NCPI Bali menambahkan bahwa pariwisata harus diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan. Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk bersaing secara global tanpa mengabaikan perlindungan, regulasi, dan kesetaraan kesempatan.

Head of HADRI Western Sydney University, Prof. Nichole Georgeou, menyampaikan bahwa kemitraan ini memberikan kesempatan bagi WSU untuk belajar dari pengalaman Bali dalam menjaga keharmonisan sosial, keberlanjutan, dan ekologi.

“Kita benar-benar tidak tahu apa yang nantinya akan dipelajari. Namun, justru pertemuan pengetahuan dari kedua pihak dapat menciptakan sesuatu yang istimewa dan unik di kawasan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Guest Speaker Dr. Rob Goodfellow menyoroti nilai Tri Hita Karana sebagai filosofi Bali yang mempertemukan lingkungan, sesama manusia, dan ketuhanan. Menurutnya, nilai tersebut menjadi daya tarik penting bagi masyarakat Australia yang ingin memahami dan belajar dari kebudayaan Bali.

Kuliah umum yang menyertai penandatanganan MoU dan MoI menjadi ruang dialog akademik serta pertukaran gagasan antara sivitas akademika, peneliti, dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini diharapkan membuka peluang kerja sama lanjutan, khususnya dalam pengembangan penelitian dan program yang berdampak bagi masyarakat.

Keberhasilan BASA, sebagaimana ditekankan Rektor Universitas Udayana, tidak hanya diukur dari penandatanganan dokumen, melainkan dari tumbuhnya program pengetahuan yang bermanfaat, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali maupun Australia. (hd)

 

banner 336x280