Bangli (baliwananews.com) – Balai Serba Guna Desa Subaya seolah menjadi saksi pesta rakyat sesungguhnya lahir dari hiburan rakyat, dari yang lugu menjadi eksis. Inilah hiburan rakyat yang memperlihatkan pesta rakyat yang benar-benar milik rakyat sesuai temanya “Subaya Sehati”.

Dalam sambutannya ketua panitia I Wayan Windia menyampaikan bahwa dalam menyelenggarakan hiburan rakyat ini disalurkan sekitar 235 sembako di mana penyalurannya sudah ada yang didahului dan diserahkan pada saat hiburan rakyat juga ada yang nantinya dilanjutkan pada bulan Juli 2026, yang mana dananya semuanya adalah hasil gotong royong dari para donatur antara lain Bapak Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Tim Creative MSP, Lotus Peduli, Wayan Windya, I Nengah Triada, I Nyoman Jonoarta, Yayasan Remagi bali, Gede mangun SH, Ni made laba asih SH, Dedik sariawan, I gede Tunas SH, Made denistra SH, Ktt sipi adi pradana, Gd dharma yuda, Ni kadek liska, Komang sujiwa DPD RI, I gede sujantika, Ibu raka dewi, I komang ariawan, Ni Nyoman westri SE.MM, I Nyoman suarta SH, Kadek sukerti, I Putu Sandika, Ketut pasek sentana.

PJ Kepala Desa I Wayan Teka dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran bapak Wakil Bupati Bangli dan apresiasinya kepada Semeton MSP dalam mengadakan acara hiburan rakyat yang mana juga memperhatikan keadaan warganya di Desa Subaya.

Ketua Tim Semeton MSP, I Made Somya Putra SH, menyampaikan bahwa Acara Hiburan Rakyat Tim Creative MSP (Menjadikan Sukawana Pratama) sudah kesekian kalinya dimana awalnya hanyalah komunitas musik dari Desa Sukawana tetapi berkembang ke komunitas sosial yang menjalar dijalan di Kintamani. Sehingga Ia Pun sangat berbangga bisa hadir dan menghibur Masyarakat Subaya, dan dapat berbuat dan berbagi baginratusan orang di Subaya, yang menjadi rekor tersendiri dalam dalam.pembagian sembako yang pernah diadakan, “Dan ini luar biasa, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu acara ini,” ujar Somya yang juga sebagai pengacara ini.

Acara kemudian dibuka oleh Bapak Wakil Bupati Bangli Bapak I Wayan Diar, yang mengapresiasi masyarakat desa Subaya dalam mengadakan hiburan Rakyat. Di dalam kesibukannya Bapak Wakil Bupati Bangli menyediakan waktu untuk hadir dan melihat antusiasme masyarakat Subaya. “Atas nama Pemerintah dan Pribadi Saya mengapresiasi luar biasa kepada Semeton MSP yang di motori Jro Somya Putra, sekaligus nanti kedepan akan diperhatikan sarana dan fasilitas umumnya,” ujar I Wayan Diar.

Setelah dibuka dibagikan sembako secara simbolis kepada masyarakat Subaya, santunan kepada anak yatim dan 1 (satu) buah kursi roda yang berasal dari LOTUS Peduli sedangkan penyerahan langsung sembako lainnya dilakukan di luar gedung Serbaguna.
Setelah acara formal barulah acara hiburan Rakyat, yang dimulai dengan menghadirkan artis lokal seperti Yan Obby(Subaya) Broneng (Pinggan), Gus Yan (Pinggan), Yan Manah (Sukawana), Gede Dambry (Songan), Mangku Danta (Songan), Oming Yuda (Bantang), Pak De Dulir, Pak Den Arca (Depeha) Pak Tu Raz (Pengotan), Castika Pengotan, Septi (Sukawana), Gek Lina Grup.

Masyarakat terlihat terhibur dan berbahagia, dimana para oenyanyi masing-masing menunjukkan hebatnya lantunan suaranya dan seolah menunjukkan bahwa penyanyi lokal bisa eksis dan berkiprah di dunia hiburan Kintamani. Acara semakin heboh dengan Joged dari Gek Lina Grup Depeha.
Humas Semeton MSP Subaya, yang juga Calon Perbekel Desa Subaya No. Urut 2, I Nyoman Jonoarta, menjelaskan hiburan ini sekaligus memperkenalkan potensi Desa Subaya “Komoditas unggulan Desa Subaya yang paling sering disebut adalah hasil pertanian dan produk olahan berbasis singkong, madu hutan, serta rempah; ada juga potensi kopi dan kakao dari wilayah pertaniannya,” ungkap Jonoarta.
Di beberapa program pengembangan Desa Subaya, singkong diolah menjadi keripik singkong, rempah menjadi lulur, dan madu hutan dikemas sebagai produk bernilai tambah. Hasil pertanian di Desa Subaya mencakup kopi, coklat/kakao, pisang, nangka, alpukat, dan jeruk.
Meskipun harapan yang selalu didengungkan masyarakat Desa Subaya terkait infrastruktur yang paling perlu dibenahi adalah jalan penghubung antar wilayah, akses transportasi ke sentra aktivitas warga, dan sarana dasar yang mendukung kegiatan ekonomi desa.
Secara praktis, prioritasnya mencakup Jalan desa dan jalan lingkungan agar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian lebih lancar.
Jembatan atau akses penghubung antarbanjar/dusun bila ada titik yang memutus konektivitas wilayah dan Drainase untuk mengurangi kerusakan jalan serta risiko longsor atau genangan serta sarana air bersih dan sanitasi sebagai bagian dari kebutuhan dasar desa terutama harus dibangunnya fasilitas penunjang ekonomi seperti tempat pengolahan hasil tani atau titik penjualan produk desa.
Pertanian dan ekonomi lokal menjadi prioritas utama karena desa Subaya berada di kawasan Kintamani, usulan bisa diarahkan ke jalan usaha tani, irigasi kecil, penguatan kelompok tani, pasca panen, dan pemasaran produk lokal.
Pariwisata berbasis desa yang mendorong penataan potensi wisata alam dan budaya secara terbatas dan tertib, termasuk akses, kebersihan, papan informasi, dan pelatihan pokdarwis.
Juga diharapkan tersedianya fasilitas pengelolaan sampah, TPS3R/biokom, penghijauan, konservasi mata air, dan perlindungan kawasan rawan longsor atau erosi. Bahkan diharapkan adanya beasiswa siswa kurang mampu, pelatihan keterampilan pemuda, pemberdayaan perempuan, posyandu, stunting, dan bantuan bagi keluarga rentan. (hd)










