WHO Pantau Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Laut

banner 468x60

Jakarta (Baliwananews.com) – WHO melacak penyebaran hantavirus Andes di kapal pesiar MV Hondius setelah enam kasus terkonfirmasi dengan satu kematian dilaporkan. Indonesia mencatat 23 kasus hantavirus sejak 2024, namun seluruhnya berasal dari varian Seoul Virus dengan gejala HFRS dan risiko penularan berbeda rendah.

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian internasional setelah enam kasus terkonfirmasi dengan satu kematian diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dua kematian lain masih diselidiki untuk memastikan keterkaitannya dengan virus tersebut. Kapal pesiar milik Oceanwide Expeditions itu membawa 178 penumpang dan awak dari 28 negara sejak berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026.

WHO menyatakan wabah ini disebabkan galur Andes hantavirus yang dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan intim. Meski begitu, WHO menegaskan situasi ini belum mengarah pada pandemi seperti Covid-19. Masa inkubasi virus yang bisa mencapai enam minggu membuat sejumlah negara masih melacak penumpang dan awak yang sempat turun di berbagai pelabuhan.

Sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Swiss, Prancis, dan Spanyol kini memantau warga mereka yang kemungkinan terpapar. Inggris melaporkan tiga warganya diduga terinfeksi, sementara Swiss mengonfirmasi satu kasus positif setelah seorang penumpang mengalami gejala setibanya di Zurich.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus hantavirus sepanjang 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 20 pasien sembuh dan tiga meninggal dunia. Namun, kasus di Indonesia berbeda dengan wabah MV Hondius karena seluruhnya berasal dari Seoul Virus yang memicu Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), bukan Andes Virus penyebab Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Kemenkes menyebut faktor risiko utama hantavirus di Indonesia berasal dari kontak dengan tikus atau paparan urin, air liur, dan kotoran hewan pengerat. Pemerintah mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus untuk mencegah penularan.

banner 336x280