Denpasar (Baliwananews.com) – Setelah sebelumnya meraih Rekor MURI untuk kategori penerbangan layar LED terbang terbesar pada Februari 2026, kini V2 Indonesia kembali mengukuhkan pencapaiannya dengan meraih rekor kedua dalam penerapan Teknologi DOOH yang mampu memilih iklan berdasarkan kondisi cuaca, waktu, dan kepadatan lalu lintas, sekaligus mengukur respons audiens melalui QR code.
V2 Indonesia kembali mencatatkan inovasi di industri teknologi digital Indonesia dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui inovasi “LED Videotron Pertama di Indonesia dengan Integrasi Penuh AI Terlatih”. Berlokasi di Mal Bali Galeria, Bali, teknologi ini menghadirkan pendekatan baru dalam dunia Digital Out-of-Home (DOOH) dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam proses pemilihan iklan, penayangan konten kontekstual, hingga pengukuran respons audiens.
Berbeda dari videotron konvensional yang umumnya menayangkan iklan berdasarkan jadwal tetap, sistem yang dikembangkan V2 Indonesia mampu menentukan konten yang relevan berdasarkan kondisi lingkungan terkini. Teknologi ini mengintegrasikan pembacaan cuaca, waktu, dan kepadatan lalu lintas dengan model kecerdasan buatan berbasis Large Language Model (LLM), sehingga pemilihan iklan dapat dilakukan secara adaptif tanpa harus menunggu perubahan jadwal secara manual.
Adapun penganugerahan rekor MURI ini dilakukan langsuug di Mal Bali Galeria pada 9 Oktober 2026 dan dihadiri oleh CEO V2 Indonesia Rudi Hidayat beserta tim, Direktur Utama MURI Aylawati Sarwono serta General Manager Mal Bali Galeria Andry M. Sitania.
Bukan Sekadar Videotron Digital, tetapi Media yang Mampu Beradaptasi
Salah satu keunggulan utama teknologi yang digadang oleh V2 Indonesia dalam penerapan teknologi LED videotron kali ini terletak pada kemampuannya mengambil keputusan penayangan berdasarkan konteks. Sistem mengenali delapan kondisi, yaitu pagi, siang, panas terik, matahari terbenam (sunset), malam, hujan, serta kemacetan atau kondisi traffic yang terjadi pada saat hujan.
Berdasarkan kondisi tersebut, sistem dapat menyesuaikan konten dan memilih materi iklan yang dinilai paling relevan. Sebagai contoh, iklan minuman dingin dapat diprioritaskan saat cuaca panas, sedangkan promosi layanan pesan-antar makanan dapat dipilih ketika hujan. Pada saat terjadi kemacetan, layar juga dapat menampilkan pesan kontekstual seperti “Sabar ya, Denpasar” yang lebih dekat dengan situasi yang dihadapi masyarakat. Data cuaca diperbarui setiap lima menit, sementara informasi lalu lintas diperbarui secara berkala.
Pergantian konten dilakukan pada batas antar klip agar tayangan tetap berjalan dengan baik dan tidak terpotong. Sistem juga menerapkan ambang kondisi dan jeda pergantian untuk mencegah perubahan konten yang terlalu cepat.
“Sudah saatnya persaingan DOOH LED Videotron beralih dari ukuran terbesar menuju kecerdasan terbaik. Masa depan ditentukan oleh seberapa pintar DOOH memahami konteks, belajar, dan beradaptasi untuk menghadirkan konten yang relevan serta mendorong pertumbuhan bisnis,” ujar Rudi Hidayat, CEO V2 Indonesia.
Integrasi AI dari Pemilihan Iklan hingga Pengukuran Hasil
Inovasi V2 Indonesia tidak berhenti pada otomatisasi jadwal penayangan. Sistem ini mengintegrasikan sejumlah proses dalam satu ekosistem, mulai dari analisis materi iklan, pengambilan keputusan berdasarkan kondisi aktual, penayangan konten, pembuatan halaman promosi berbantuan agen AI, hingga pengukuran respons melalui pemindaian QR code.
Ketika materi iklan dimasukkan ke dalam sistem, model AI menilai kesesuaiannya dengan berbagai kondisi yang telah ditentukan. Hasil penilaian tersebut kemudian digunakan oleh perangkat pemutar di lokasi untuk memilih materi iklan berdasarkan situasi terkini. Setiap iklan juga dapat dilengkapi QR code yang mengarahkan audiens ke halaman promosi yang disusun oleh agen AI berdasarkan aturan desain yang telah ditetapkan. Respons audiens melalui pemindaian QR code dicatat dan dianalisis, termasuk melalui perbandingan dengan kelompok pembanding, untuk membantu mengevaluasi efektivitas iklan pada kondisi tertentu.
Pendekatan ini membuka peluang bagi pengiklan untuk memahami hubungan antara konteks penayangan dan respons audiens secara lebih terukur. Dengan demikian, DOOH tidak hanya berfungsi sebagai media penyampai pesan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran berbasis data.
Layar Hampir 50 Meter dengan Resolusi Ultra-Lebar
Teknologi AI tersebut diimplementasikan pada LED videotron di Mal Bali Galeria dengan dimensi sekitar 49,9 meter x 4,8 meter dan pixel pitch 4 mm. Dengan ukuran tersebut, resolusi fisik layar mencapai 12.480 x 1.200 piksel. Selama pengembangan, sistem bekerja pada resolusi kerja 7.986 x 768 piksel, yaitu versi downscale dengan rasio yang hampir sama (sekitar 10,4:1), yang kemudian ditampilkan memenuhi seluruh layar. Format ultra-lebar ini memungkinkan berbagai jenis konten ditampilkan sekaligus.
Tata letak layar menggabungkan area iklan, panel QR code, konten kontekstual, informasi langsung mengenai suhu, cuaca, lalu lintas, dan waktu matahari terbenam, serta running text. Integrasi ini memungkinkan layar menyajikan pesan komersial sekaligus informasi yang relevan dengan situasi sekitar. Di sisi operasional, perangkat mini PC di lokasi bertugas mengambil keputusan penayangan berdasarkan data kondisi terkini dan penilaian AI. Sistem juga dirancang agar tetap dapat menayangkan konten yang tersimpan ketika koneksi internet terputus. Sementara itu, pengelolaan konten, kampanye, daftar putar, persetujuan penayangan, dan pemantauan dilakukan melalui dashboard berbasis web.
Untuk menjaga kendali operasional, V2 Indonesia menerapkan mekanisme persetujuan dua orang terhadap perubahan penayangan. Materi iklan juga ditinjau sebelum ditayangkan, dan operator tetap memiliki kemampuan untuk mengambil alih kendali layar kapan saja.
Aspek privasi turut menjadi perhatian. Sistem membaca informasi kontekstual berupa cuaca, waktu, dan kepadatan lalu lintas tanpa menggunakan kamera maupun data pribadi untuk menentukan konten yang ditayangkan.
Dikembangkan oleh Tim Internal V2 Indonesia
Sistem pengoperasian dikembangkan oleh tim teknologi internal V2 Indonesia, mencakup perangkat lunak pemutar di lokasi, logika pengambilan keputusan, dashboard pengelolaan, dan studio konten. Untuk mendukung model AI serta infrastruktur cloud, V2 Indonesia memanfaatkan teknologi Alibaba Cloud dan Typesafe AI.
Dalam pengembangannya, V2 Indonesia menekankan perbedaan antara otomatisasi konvensional dan sistem berbasis AI yang melakukan penilaian terhadap konteks sebelum menentukan konten. Perusahaan juga menyebut penggunaan metode Reinforcement Learning for Calibrated Decisions (RLCD) sebagai bagian dari pendekatan pengembangan teknologinya.
Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan V2 Indonesia. “V2 adalah gambaran perusahaan masa depan—berani berpikir berbeda, berani berinovasi, dan berani mewujudkan gagasan menjadi terobosan nyata. Dengan memadukan teknologi, kreativitas, dan keberanian, V2 menghadirkan LED Videotron dengan kecerdasan buatan yang dilatih untuk memahami konteks dan memilih konten yang relevan. Sebuah karya yang membawa media luar ruang menuju era yang lebih cerdas, adaptif, dan bermakna,” ungkap Aylawati.
Mendorong Masa Depan Industri Periklanan Digital Indonesia
Bagi masyarakat, integrasi AI ini memungkinkan penyajian informasi yang lebih relevan dengan situasi sekitar. Bagi brand dan pengiklan, teknologi ini membuka peluang untuk menayangkan pesan pada momen yang lebih sesuai sekaligus mengevaluasi respons audiens melalui data pemindaian QR code. Sementara bagi pengelola media luar ruang, sistem ini menghadirkan pengelolaan kampanye yang lebih adaptif melalui dashboard terintegrasi dengan mekanisme persetujuan dan pengawasan manusia.
General Manager Mal Bali Galeria, Andry M. Sitania, menyambut pencapaian tersebut sebagai bagian dari perkembangan inovasi teknologi di Indonesia. “Hari ini, saya bersyukur atas penghargaan rekor MURI yang diterima V2 Indonesia—sebuah tonggak perjalanan dalam menghadirkan inovasi yang membawa teknologi semakin maju. Semoga karya ini memberikan manfaat nyata, menginspirasi lahirnya terobosan baru, dan menjadi kontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia. Bersama, kita terus berkarya dan melangkah menuju masa depan yang lebih cerdas,” ujar Andry.
Bagi V2 Indonesia, pencapaian ini menjadi pijakan untuk mengembangkan teknologi DOOH ke tahap berikutnya. Perusahaan berencana memperluas penerapan AI ke berbagai solusi digital signage, baik di dalam maupun luar ruang, serta membangun ekosistem jaringan videotron berbasis AI yang memungkinkan antardisplay saling berkomunikasi dan mendukung platform periklanan yang lebih terintegrasi.
Fabianus Bernadi Ketua umum AMLI (Asosiasi Perusahaan Media Luar-Griya Indonesia) juga menambahkan, “Sebagai anggota AMLI, V2 Indonesia telah menghadirkan inovasi teknologi kreatif yang membuka cakrawala baru bagi industri DOOH. Melalui integrasi kecerdasan buatan yang terlatih, V2 Indonesia menunjukkan bagaimana teknologi dapat mentransformasi rantai nilai OOH dan menciptakan peluang bisnis baru. Inovasi ini sejalan dengan arah strategis yang kami dorong dalam Strategic Forum INDOOH 2026, yang baru saja kami selenggarakan di JIExpo Kemayoran.”
Sebagai perusahaan yang ingin terus mendorong adopsi teknologi terkini di Indonesia, V2 Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dengan brand dan pengiklan yang ingin mengeksplorasi pendekatan periklanan kontekstual dengan pengelolaan anggaran yang lebih terukur. Melalui inovasi ini, V2 Indonesia membawa pesan bahwa masa depan media luar ruang bukan hanya tentang seberapa besar layar yang dimiliki, tetapi juga tentang seberapa cerdas teknologi di baliknya dalam memahami konteks, menyampaikan pesan yang relevan, dan memberikan nilai tambah bagi bisnis maupun masyarakat. (hd)















