Utang Negara Capai Rp8.041 triliun!

banner 468x60

Utang Negara Capai Rp8.041 triliun!

Denpasar (Baliwananews) – Indonesia mengalami pertambahan utang Rp8.041 triliun pada catatan November 2023, naik Rp90,49 triliun dari bulan sebelumnya. Kemenkeu merencanakan strategi keuangan berkelanjutan dengan mayoritas utang dari dalam negeri, fokus pada Surat Berharga Negara (SBN) jangka menengah-panjang.

Pemerintah Indonesia kembali mencatat penambahan utang tahun ini dan total sebesar Rp8.041 triliun pada November 2023, naik Rp90,49 triliun dari bulan sebelumnya. Rasio utang sekarang mencapai 38,11%, masih di bawah batas yaitu 60%. Kementerian Keuangan menekankan strategi pengelolaan utang yang berkelanjutan, dengan mayoritas utang berasal dari dalam negeri dan fokus pada Surat Berharga Negara (SBN) dengan jangka waktu menengah-panjang. Bank-bank domestik menjadi pemegang utang terbesar, mendukung profil keuangan yang aman

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data terkini terkait utang pemerintah yang mencapai Rp8.041 triliun pada November 2023. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp90,49 triliun dari bulan sebelumnya, mencapai Rp7.950,52 triliun. Rasio utang pemerintah juga mengalami kenaikan, mencapai 38,11%, meski masih berada di bawah batas rasio utang yang ditetapkan sebesar 60% oleh UU No.17/2023 tentang Keuangan Negara. Kemenkeu menegaskan bahwa rasio tersebut masih lebih baik dari target Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah tahun 2023-2026 yang sekitar 40%.

Mayoritas utang berasal dari dalam negeri (71,91%), terutama dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai 88,61%. Pemerintah fokus pada pengadaan utang dengan jangka waktu menengah-panjang dan aktif mengelola portofolio utang. Dalam hal jatuh tempo, ATM (average time maturity) mencapai 8 tahun, menunjukkan profil yang cukup aman. Bank-bank domestik mendominasi sebagai pemegang SBN terbesar (27,67%), diikuti oleh perusahaan asuransi dan dana pensiun (18,48%). Investasi asing hanya menyentuh 14,89%, termasuk kepemilikan oleh pemerintah dan bank sentral asing. Dengan data ini, pemerintah kembali menegaskan strategi utangnya yang berkelanjutan untuk mendukung kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi. (hd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *