Ringkasan Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK yang sedang berlangsung

Nasional, Politik41 Views
banner 468x60

Denpasar (baliwananews.com) – Sidang sengketa Pilpres 2024 di MK mempertimbangkan argumen dari pasangan calon. Anies-Muhaimin menuntut pemungutan suara ulang, Ganjar-Mahfud meminta pembatalan keputusan KPU, sementara tim Prabowo-Gibran menolak tuntutan lawan. MK diharapkan mengambil keputusan transparan dan adil setelah proses berakhir pada 22 April 2024.

Mahkamah Konstitusi (MK) tengah menjadi pusat perhatian dalam sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Di dalam ruang sidang, tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, saling berhadapan dengan membawa argumen masing-masing.

Pasangan Anies-Muhaimin menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan kecurangan dan pelanggaran dalam Pilpres 2024. Mereka mengajukan permohonan kepada MK untuk membatalkan penetapan Prabowo-Gibran sebagai pemenang Pilpres dan mengadakan pemungutan suara ulang. Di antara pelanggaran yang mereka sebutkan adalah penerimaan pendaftaran Gibran sebagai wakil presiden sebelum revisi peraturan tentang syarat pencalonan, dugaan nepotisme Presiden Joko Widodo yang menguntungkan Prabowo-Gibran, penyalahgunaan program bantuan sosial (bansos), keterlibatan kepala daerah dalam memenangkan Prabowo-Gibran, serta intervensi kekuasaan yang mengubah ketentuan syarat pencalonan presiden dan wakil presiden.

Sementara itu, pasangan Ganjar-Mahfud juga menyampaikan gugatan terhadap hasil Pilpres 2024. Mereka meminta MK membatalkan keputusan KPU dan menggelar pemungutan suara ulang khusus Pilpres. Sidang sengketa ini melibatkan tim hukum dari kedua pasangan calon dan tengah berlangsung di MK.

Di sisi lain, tim Pembela Prabowo-Gibran menolak tuntutan yang diajukan oleh Anies dan Ganjar. Mereka menegaskan bahwa kemenangan pasangan Prabowo-Gibran tidak terkait dengan intervensi dari Presiden Joko Widodo sebagaimana yang dituduhkan oleh kubu Anies dan Ganjar. Kuasa hukum pasangan nomor urut 2 ini meminta hakim MK menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh pihak lawan.

Sidang sengketa ini menjadi fokus perhatian publik karena hasilnya akan mempengaruhi arah kepemimpinan negara ke depan. Sidang sengketa Pilpres 2024 di MK dijadwalkan akan berakhir pada 22 April 2024, dengan putusan diumumkan setelah 14 hari kerja sejak permohonan dicatat dalam e-BRPK. Harapannya, MK dapat menyelesaikan proses sidang dengan transparan dan adil, mempertimbangkan semua argumen yang disampaikan oleh para pihak terkait untuk mencapai keputusan yang tepat. (hd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *