Denpasar (baliwananews.con) – Pendaki asal Malaysia, Chye Connsynn (41), mengalami kecelakaan saat turun dari puncak Gunung Rinjani. Korban jatuh di jalur pendakian Sembalun dan mengalami cedera tulang belakang hingga tidak bisa berdiri. Proses evakuasi sempat terkendala kabut tebal sebelum akhirnya korban berhasil diterbangkan ke Bali menggunakan helikopter.
Dikutip dari laman detik.com, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Lombok Timur, Ma’ruf Hadi, menjelaskan Chye Connsynn memulai pendakian melalui pintu masuk Sembalun pada Minggu (24/5/2026). Setelah mencapai puncak, korban memutuskan turun gunung pada Senin sore. Namun sekitar pukul 15.39 WITA, korban terjatuh di area punggungan jalur pendakian menuju Sembalun.
Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami cedera yang diduga menyerang tulang belakang atau tulang ekor sehingga tidak mampu berdiri. Meski mengalami luka serius, korban masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik.
Porter dan pemandu yang mendampingi korban segera melakukan pertolongan awal. Mereka menggendong korban menuju area tenda di Pelawangan 2 Sembalun untuk mendapatkan perlindungan sambil menunggu bantuan datang. Pada waktu yang hampir bersamaan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menerima laporan darurat dan langsung mengupayakan medical evacuation menggunakan helikopter.
Sekitar pukul 16.18 WITA, helikopter diberangkatkan dari Bali bersama seorang dokter. Namun, upaya penyelamatan udara gagal dilakukan setelah kawasan Rinjani tertutup kabut tebal. Pilot sempat berputar selama sekitar 20 menit untuk mencari celah pendaratan, tetapi kondisi dinilai terlalu berisiko sehingga helikopter kembali ke Denpasar.
Sementara itu, tim evakuasi darat diterjunkan menuju lokasi korban untuk memberikan penanganan medis awal. Korban akhirnya bermalam di kawasan Pelawangan sambil menunggu cuaca membaik.
Keesokan paginya, Selasa (26/5/2026), helikopter kembali diterbangkan menuju Rinjani. Cuaca yang lebih bersahabat membuat proses evakuasi berjalan lancar. Helikopter berhasil mendarat sekitar pukul 08.15 WITA dan langsung membawa korban menuju Rumah Sakit Inmedika Denpasar, Bali, guna menjalani perawatan intensif.
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Balai TNGR, Basarnas, porter, pemandu pendakian, serta Emergency Medical Helicopter Club (EMHC).
















