Papua Rusuh, Jenazah Lukas Enembe Diarak Massa

Dilaporkan 25 Ruko Hangus Terbakar

Nasional, Politik71 Views
banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Arak-arakan massa membawa jenazah Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe, kembali diwarnai kericuhan pada Kamis (28/12) petang, ketika massa membakar sejumlah rumah toko (ruko) di Kota Jayapura. Kericuhan terjadi ketika arak-arakan massa membawa jenazah Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe menunggu kedatangan iringan mobil jenazah Lukas Enembe dari Sentani, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 17.10 WIT. Sejumlah massa dilaporkan melempar ruko dan bangunan lain dengan batu. Mereka kemudian membakar sejumlah ruko di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.

Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mengatakan tujuh aparat TNI/Polri terluka dalam insiden tersebut, sementara sebanyak 25 ruko dibakar massa. Kena Lemparan Batu dan Luka di Rusuk, PJ Gubernur Papua Dibawa ke RSPAD “Ini ruko-ruko yang berdempetan dengan asrama intel tentara dari Denintel sehingga terjadi 25 unit rumah toko (ruko) terbakar untuk total kerugiannya masih dihitung,” kata Mathius, Kamis (28/12).

Arak-arakan massa membawa jenazah Lukas Enembe dari bandar udara Sentani menuju Sekolah Teologia Atas Injili (STAKIN) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (28/12), juga sempat diwarnai kericuhan. Dalam perjalanan menuju STAKIN di Sentani, Kabupaten Jayapura, sejumlah orang membakar sebuah mobil, merusak sepeda motor dan melempar batu ke sejumlah bangunan. “Ada satu mobil yang dibakar,” kata wartawan Jubi, Islami Adisubrata, yang berada di lokasi kejadian, kepada BBC News Indonesia, Kamis (28/12).

Sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan aparat kepolisian terlihat di jalan-jalan yang dilalui arak-arakan. Lebih dari 1.000 aparat kepolisian diturunkan untuk mengamankan proses arak-arakan ini, kata pejabat kepolisian Papua. Sejumlah media melaporkan massa juga melakukan aksi pelemparan batu ke arah aparat kepolisian.

Sempat terjadi bentrokan antara aparat dan kepolisian, dan salah-seorang yang terluka akibat lemparan itu adalah Penjabat (Pj) Gubernur Papua Ridwan Rumasukun. “Pada kejadian di depan STAKIN itu ada 14 korban luka-luka, untuk kendaraan 1 mobil dibakar, 5 kendaraan rusak berat, 2 unit bangunan rusak,” kata Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri.

Setelah mendarat di Bandara Sentani, keluarga dan panitia berencana membawa jenazah Lukas Enembe dengan kendaraan roda empat. Namun massa memaksa agar jenazahnya diarak dengan berjalan kaki. “Mereka menghadang di depan ruangan VIP bandara dan memaksa agar jenazahnya diarak dengan jalan kaki,” kata Islami.

Sekitar pukul 13.15 Waktu Indonesia Timur (WIT), jenazah Lukas Enembe masih disemayamkan di STAKIN untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari masyarakat Papua.

Dari informasi yang dihimpun BBC News Indonesia, saat disemayamkan di STAKIN, aparat kepolisian, pejabat UN Papua sempat melakukan negosiasi dengan perwakilan massa. Dilaporkan, massa tetap berkukuh agar jenazah kembali diarak dengan berjalan kaki ke kediaman keluarganya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Jarak antara bandara Sentani dan kediaman keluarga Lukas Enembe sekitar 40km. (hd/kompas.id)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *