Lagi, Pasien Penerima Transplantasi Jantung Babi Meninggal Dunia

Kesehatan60 Views
banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Lawrence Faucette, orang kedua yang menerima transplantasi jantung babi meninggal dunia pada Senin (30/10). Ia sempat membaik pasca-operasi tetapi di minggu keenam, tubuhnya mulai melakukan penolakan.

Lawrence Faucette (58), orang kedua di dunia yang menerima transplantasi jantung babi meninggal dunia pada Senin (30/10), enam minggu setelah menjalani prosedur transplantasi jantung hasil rekayasa genetika itu. Pusat Medis Universitas Maryland, tempat prosedur transplantasi dilakukan menyebut jantung Faucette memang sempat mengalami reaksi penolakan dalam beberapa hari terakhir.

Faucette pertama kali dirawat di University of Maryland Medical Center (UMMC) pada 14 September lalu, akibat mengalami gejala gagal jantung. Enam hari setelah masuk rumah sakit, ia kemudian menjalani transplantasi eksperimental menggunakan jantung babi. Xenotransplantation atau penggunaan sel, jaringan, atau organ non-manusia untuk mengobati kondisi medis manusia merupakan satu-satunya harapan Faucette untuk tetap bertahan hidup. Sebab, penyakit jantung dan penyakit bawaan membuatnya tidak memenuhi syarat untuk menjalani transplantasi jantung manusia tradisional.

Selama beberapa minggu setelah transplantasi, dokter melaporkan bahwa Faucette mengalami kemajuan yang signifikan. Faucette bahkan mampu menjalani terapi fisik dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Satu bulan pasca operasi, dokter telah yakin bahwa fungsi jantung Faucette sangat baik dan mereka telah menghentikan obat-obatan untuk mendukung fungsi jantungnya.

Para dokter telah merawat Faucette dengan pengobatan antibodi eksperimental untuk lebih menekan sistem kekebalan dan mencegah penolakan. Namun, penolakan organ merupakan tantangan paling signifikan dalam transplantasi. Faucette sebagai penerima transplantasi jantung babi meninggal dunia setelah sempat membaik pasca-operasi. Sebelum meninggal, Faucette berharap seluruh tim dokter bisa memanfaatkan semua hal yang telah dipelajari dari transplantasi tersebut.

Sebelumnya, orang pertama yang menerima transplantasi jantung babi yang dimodifikasi secara genetik, David Bennett (57), juga meninggal dunia pada bulan Maret lalu, tepat setelah dua bulan dilakukan transplantansi.

Eksperimen transplantasi organ dari hewan ke manusia telah gagal selama beberapa dekade. Sebab, sistem kekebalan tubuh manusia menghancurkan jaringan asing organ baru tersebut. Alhasil, kini para ilmuwan mencoba menggunakan babi yang dimodifikasi secara genetik untuk membuat organ jantung babi tersebut lebih mirip manusia.

Babi lebih menjadi pilihan untuk eksperimen transplantasi organ dibandingkan primata. Pasalnya, babi dinilai unggul perihal ketersediaan organnya. Selain itu, babi lebih mudah dibesarkan dan dapat mencapai ukuran manusia dewasa dalam waktu singkat. Tak hanya jantung, beberapa organ babi pun digunakan dalam eksperimen xenotransplantasi, seperti katup jantung, sel pankreas, dan kulit. (hd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *