Dr. Somvir Minta Pemprov Bali Tuntaskan Aset Mangkrak Pusat Kebudayaan India

banner 468x60

Denpasar (baliwananews) – Semakin menarik dibahas, terkait nasib aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di balik mangkraknya rencana pembangunan pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayan India yang berlokasi di Jl. Tantular (sebrang BROS Hospital), Renon, Denpasar, sejak 2004, Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Dr. Somvir, memastikan akan ada upaya pengawasan khusus terkait polemik yang terjadi dan mengupayakan ada win win solution G2G (Goverment To Goverment) antara Pemprov Bali dengan Pemerintah India.

“Dulu ceritanya Pemerintah Bali telah memberikan tanah itu ke Pemerintah India, kita (Bali, red) berharap ada timbal balik bahwa Pemerintah India juga bisa bangun Pusat Kebudayan Bali di tepian Sungai Gangga. Kalau kita sudah, nah India yang belum ini, ini yang kita coba perjuangkan kedepan bersama Pemprov nanti,” ungkap Dr. Somvir, Senin, 1 Juni 2026.

Terkait mangkraknya pembangunan ICCB, kedepan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Bali dan Konsulat India untuk dilakukannya pembahasan bersama, sebagai sebuah solusi untuk menyelamatkan masa depan aset Pemprov Bali yang sempat terbengkalai selama 22 tahun sejak 2004.

“Kita akan coba koordinasi nanti dengan Pemprov Bali dan juga Konsulat India, duduk bersama mencari solusi dari permasalahan ini. Bersama Gubernur Bali dan Duta Besar India kita akan coba upayakan, bagaiamana kedepannya, apakah akan dilanjutkan pembangunannya atau bagaimana semoga sesuai dengan harapan saya, dan jika berlanjut semoga Pemerintah India mau memberikan tanah mereka untuk dibangun Pusat Kebudayaan Bali di tepi Sungai Gangga,” harapnya.

Untuk dapat diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan dari proyek tersebut, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikutip dari laman Antara News Bali pada 23 Januari 2018, pihak ICCR sempat mengajak Pemerintah Kota Denpasar untuk bersinergi dalam bidang pendidikan, seni dan kebudayaan, karena India-Bali memiliki kemiripan dalam bidang itu

Director India Cultural Centre Bali, Manohar Puri saat itu juga sempat beraudensi ke Kantor Walikota Denpasar, yang diterima Kadis Kebudayaan IGN Bagus Mataram.

Direktur ICCB Manohar Puri megemukakan keinginan itu saat bertatap muka dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Bagus Mataram yang mewakili Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar.

Manohar Puri mengatakan pihaknya ingin mempererat hubungan atau kemitraan kedua negara dalam bidang-bidang itu, karena melihat dari sejarah dan perkembangan kebudayaan di Bali yang ada kemiripan dengan budaya India, terutama bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Ketertarikan kami bekerja sama dengan Pemkot Denpasar karena sebagai Ibu Kota Provinsi Bali ini memiliki visi dan misi yang berwawasan budaya,” katanya.

Manohar Puri mengatakan dengan menjalin kerja sama anak muda di Bali dapat belajar ke India, begitu juga sebaliknya, karena Menteri Luar Negeri India telah meluncurkan portal beasiswa “India Council for cultural Relation (ICCR)” di New Delhi, Ibu Kota India.

Menurut dia, kerja sama dalam bidang pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan sebuah mandat bagi ICCR.

ICCR memiliki perencanaan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar dan menanggung berbagai macam program kerja sama, antara lain isu dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Manohar Puri mengatakan Menteri Luar Negeri India pun telah menyampaikan ada 17 perencanaan beasiswa yang diselenggarakan oleh ICCR yang berasal dari bidang kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ayush (Ilmu Kedokteran India).

Selain itu ada pula perencanaan beasiswa untuk Afgan Nationals, Beasiswa Afrika, beasiswa Mekong Gangga, beasiswa kerja sama, dan beasiswa keamanan belakang Bangladesh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Bagus Mataram mengapresiasi niat baik dari “India Cultural Centre Bali” Ia mengatakan kebudayaan Bali dengan India memang ada kemiriban. Dengan menjalin kerja sama maka pihaknya berharap siswa-siswi di Kota Denpasar bisa belajar ke India.

Tidak hanya itu, kata Bagus Mataram, dengan terjalin kerja sama akan dapat menampilkan berbagai kesenian Bali di India, bahkan dengan rencana kerja sama adanya pertukaran guru untuk belajar Bahasa Indonesia maupun Bahasa India sebagai hal yang sangat baik.

“Ide baik ini akan kami sampaikan kepada Wali Kota Denpasar, semoga bisa terealisasi ke depannya,” kata Bagus Mataram. (hd/gk)

banner 336x280