Jakarta (baliwananews) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persadha Nusantara (Pergerakan Sanathana Dharma Nusantara) menyelenggarakan Diskusi Terbatas sebagai bagian dari rangkaian Pelantikan DPP Persadha Nusantara Masa Bhakti 2025–2030 di Grand Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8).
Mengusung tema “Transformasi Lembaga Hindu Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan tokoh-tokoh Hindu, akademisi, pemimpin organisasi, serta berbagai unsur masyarakat untuk merumuskan arah transformasi kelembagaan Hindu agar semakin adaptif, inklusif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof I Nengah Duija M.Si menyampaikan dalam sambutan, Permasalahan umat Hindu cukup banyak, sehingga dibutuhkan banyak gerakan bersama untuk menyelesaikannya, perlu sinergi semua lembaga Hindu, dalam membangun Hindu
Persadha Nusantara yang lahir pada 2018 dan selama ini berjalan di “jalan sunyi” dan hari ini tampil ke permukaan, diharapkan mampu bersinergi dan mampu berperan yg terbaik untuk kemajuan Hindu, dan bisa ikut menyelesaikan berbagai permasalahan Hindu di lapangan tegasnya sekaligus membuka acara dengan resmi.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman luas di bidang hukum, pendidikan, organisasi, dan kebangsaan, yaitu:
Gede Pasek Suardika, Ketua Dewan Penasehat DPP Persadha Nusantara sekaligus Mantan Ketua Komisi III DPR RI; Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta; I Wayan Darmawan, Mantan Ketua Umum PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Diskusi dipandu oleh Wisnu Oka wirawan sebagai moderator.
Dalam paparannya, para narasumber menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi lembaga-lembaga Hindu saat ini menuntut adanya transformasi yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola organisasi, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi kelembagaan, regenerasi kepemimpinan, pendidikan, serta peningkatan sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Dewan Penasehat DPP Persadha Nusantara, Gede Pasek Suardika, menekankan pentingnya membangun lembaga Hindu yang modern, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Sanatana Dharma.
Menurutnya, transformasi kelembagaan harus menjadi gerakan bersama agar umat Hindu memiliki institusi yang kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat.
Sementara itu, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari menyoroti pentingnya penguatan pendidikan, riset, serta pengembangan sumber daya manusia Hindu sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global menjelang Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, I Wayan Darmawan menegaskan perlunya regenerasi kepemimpinan dan keterlibatan aktif generasi muda Hindu dalam proses transformasi organisasi.
Menurutnya, masa depan lembaga Hindu akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kepemimpinan yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Diskusi berlangsung secara dinamis dengan berbagai pandangan dan gagasan konstruktif dari peserta. Berbagai masukan yang berkembang akan menjadi bahan rekomendasi strategis bagi DPP Persadha Nusantara dalam menyusun program kerja organisasi selama Masa Bhakti 2025–2030, sekaligus menjadi kontribusi pemikiran bagi penguatan kehidupan keagamaan dan kebangsaan.
Melalui forum ini, DPP Persadha Nusantara menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari transformasi kelembagaan Hindu di Indonesia melalui penguatan tata kelola organisasi, pengembangan kepemimpinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan masyarakat Hindu yang maju, harmonis, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Persadha Nusantara (Pergerakan Sanathana Dharma Nusantara) merupakan organisasi yang berkomitmen memperkuat nilai-nilai Sanatana Dharma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pengembangan pemikiran strategis, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kelembagaan Hindu yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bangsa (hd)















