Ditunjuk PHRI Provinsi Bali Bidang Restoran Waralaba, Sonia Kaur Fokus Pada Standardisasi, Digitalisasi, dan Kolaborasi

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Sonia Kaur pengusaha restoran Sitara yang aktif di komunitas bisnis Bali memberikan apresiasinya atas kepercayaannya yang diberikan sebagai pengurus bidang restoran franchise (Waralaba) di BPD PHRI Provinsi Bali serta menegaskan bahwa Program kerjanya nantinya akan berfokus pada tiga pilar utama: Standardisasi, Digitalisasi, dan Kolaborasi.

Hal tersebut dikemukakan Sonia Kaur disela-sela acara pengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, Untuk meningkatkan kemajuan bidang franchise di PHRI Bali pihaknya fokus pada sinergi organisasi, pelatihan, dan kolaborasi serta adaptasi pasar wisata.

Strategi ini memanfaatkan kekuatan PHRI sebagai wadah advokasi hotel dan restoran hingga dipilihnya Sonia Kaur secara resmi sebagai pengurus utama untuk memperkuat Jaringan PHRI.

PHRI Bali menyediakan akses jaringan bisnis luas, pelatihan profesional, dan advokasi kebijakan untuk anggota, termasuk potensi franchise di sektor pariwisata dengan anggota PHRI, seperti MoU dengan produk lokal yang memperkuat rantai pasok restoran franchise.

Manfaatnya termasuk promosi bersama dan pemerataan destinasi wisata Bali untuk ekspansi franchise. Adaptasi Lokal dan Inovasi artinya penyesuaian franchise dengan budaya Bali, seperti menu dengan sambal matah atau kolaborasi chef lokal, untuk tarik wisatawan dan lokal.

Menggunakan influencer lokal, komunitas UMKM, dan digitalisasi untuk customer experience unggul di area seperti Denpasar atau Ubud.

Ini tingkatkan daya saing franchise kuliner Bali yang diproyeksikan menguntungkan di 2026. Pelatihan dan Advokasi PHRI fasilitasi pelatihan pengembangan profesional bagi anggota, ideal untuk skalabilitas franchise hotel/restoran.

Dorong regulasi pro-franchise via PHRI, seperti perizinan OSS yang aman dan dukung UMKM lokal untuk keberlanjutan.

“Program kerja kami nantinya akan berfokus pada tiga pilar utama: Standardisasi, Digitalisasi, dan Kolaborasi,” kata Sonia.

Standardisasi Layanan yaitu memastikan setiap restoran waralaba di Bali memiliki standar kualitas (SOP) dan sanitasi yang konsisten untuk menjaga reputasi pariwisata Bali.

Sinergi Vendor lokal adalah untuk mendorong kolaborasi antara waralaba besar dengan UMKM/suplier lokal Bali guna memperkuat rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan.

Serta pelatihan SDM dengan mengadakan sharing session antar-brand waralaba untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar siap bersaing di level internasional. (hd)

banner 336x280