SUMBA BARAT (Baliwananews.com) — Helikopter selama ini mungkin hanya dikenal anak-anak melalui gambar, televisi, atau cerita. Namun bagi lebih dari seratus siswa SD Masehi Rua, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, helikopter kini menjadi sesuatu yang bisa mereka lihat dan kenali dari jarak dekat.

Melalui program edukasi komunitas, Sumba Air mengajak siswa kelas 3 dan 4 SD Masehi Rua mengunjungi Sumba Air Pad di Hoba Wawi, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, selama tiga hari, 2–4 September 2026.
Kunjungan tersebut tidak sekadar mengenalkan bentuk dan cara kerja helikopter. Para siswa diajak memahami bagaimana sebuah helikopter dapat menjadi sarana penting untuk membantu masyarakat, mulai dari menyelamatkan nyawa, mengantar bantuan medis, mendukung operasi pencarian dan penyelamatan, hingga menjangkau wilayah terpencil yang sulit dilalui melalui jalur darat.

Dalam sesi edukasi, anak-anak diajak membayangkan berbagai situasi ketika helikopter dibutuhkan. Mereka kemudian diperkenalkan lebih dekat dengan dunia penerbangan, termasuk perbedaan helikopter dan pesawat terbang serta bagian-bagian utama helikopter seperti rotor, kokpit, kabin, dan landing gear.
Tak hanya itu, tim Sumba Air juga memperkenalkan berbagai profesi di dunia penerbangan, seperti pilot, insinyur, teknisi, hingga kru. Pesan yang ingin ditanamkan sederhana, tetapi penting: anak-anak boleh bermimpi setinggi mungkin dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi sesama melalui berbagai bidang profesi.
“Melihat antusiasme anak-anak selama tiga hari ini menjadi pengingat bagi kami bahwa apa yang kami lakukan sehari-hari bisa membuka wawasan baru bagi generasi berikutnya. Harapan kami, pengalaman ini bisa jadi salah satu langkah kecil yang menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk bermimpi lebih jauh,” ujar Managing Director Sumba Air, Aditya Pande.
Kepala SD Masehi Rua, Maria Rambu Lola Pay, S.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman melihat dan mengenal helikopter secara langsung memberikan tambahan wawasan yang berarti bagi para siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada SD Masehi Rua. Selama tiga hari ini, murid-murid kami diperkenalkan pada dunia helikopter, khususnya seputar Sumba Air, dan ini menambah wawasan mereka secara berarti,” katanya.
Ia menegaskan, tujuan kegiatan bukan semata-mata mengarahkan anak-anak untuk menjadi pilot. Lebih dari itu, para siswa diharapkan memahami manfaat teknologi penerbangan bagi masyarakat.
“Kami tidak menuntut setiap anak untuk kelak menjadi pilot, namun yang paling menyentuh hati kami adalah memahami bagaimana helikopter dapat memberikan bantuan secepat mungkin saat benar-benar dibutuhkan,” ujar Maria.
Antusiasme serupa disampaikan Guru Biologi Kelas 3 SD Masehi Rua, Meryones Anjealita L. Pono, S.Pd. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pemantik semangat anak-anak untuk belajar dan berani memiliki cita-cita yang lebih besar.
“Sungguh luar biasa, anak-anak ini sudah diperkenalkan dengan helikopter dari dekat. Saya berharap ini menumbuhkan semangat bagi mereka untuk terus belajar dan bermimpi lebih besar, siapa tahu kelak ada di antara mereka yang tumbuh menjadi pilot,” ujarnya.
Bagi Sumba Air, kegiatan tersebut baru merupakan langkah awal. Program edukasi serupa rencananya akan terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumba Barat dan wilayah sekitarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Sumba Air ingin menghadirkan pengalaman langsung bagi generasi muda Sumba sekaligus menanamkan pemahaman bahwa teknologi penerbangan bukan sekadar tentang terbang, tetapi juga tentang membuka akses, memberikan pertolongan, dan hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dari ruang kelas menuju helipad, para siswa bukan hanya belajar mengenal helikopter. Mereka juga diajak melihat bahwa di balik sebuah mesin terbang terdapat banyak profesi, kesempatan, dan cara untuk membantu sesama. (hd)















