Dampak Penjualan Motor Honda Terkait Rangka eSAF

Nasional76 Views
banner 468x60

Bali (baliwananews.com) – Baru-baru ini produk otomotif sepeda motor merek Honda ramai diperbincangkan publik. Merek tersebut viral di media sosial sebab rangka yang digunakan dalam produknya dinilai ringkih.

 

Di beberapa platform media sosial, muncul berbagai dokumentasi yang memperlihatkan kerusakan terhadap motor pabrikan PT Astra Honda Motor (AHM) itu. Kerusakan tersebut berupa bagian rangka yang berkarat, keropos, hingga menyebabkan struktur rangka patah.

 

Akibat dari ramainya perbincangan mengenai kerusakan tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) mengundang PT AHM untuk meminta klarifikasi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, seperti yang dilansir dari laman goodstats.id, Jumat (25/8).

 

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Produksi AHM, David Budiono mengungkapkan rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) yang digunakan dalam produknya telah digunakan sejak 2019 lalu dan telah lulus pengujian. Bahkan, produk-produk tersebut telah diekspor ke berbagai negara.

 

Rangka eSAF mulanya digunakan pada Honda Genio. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Beat, Scoopy, sampai Vario 160 juga memakai sasis tersebut.

Lantas, Bagaimana Kabar Penjualan Honda?

Angka penjualan sepeda motor di dalam negeri selama tiga tahun berturut-turut mengalami peningkatan. Selama periode 2020-2023, penjualan terendah sepeda motor di wilayah domestik mencapai 3 juta. Angka ini setara dengan penjualan sepeda motor periode Januari-Juli 2023. Sementara itu, tahun 2021 dan 2022 distribusi sepeda motor masing-masing mencapai 5 juta.

 

Dari angka tersebut, Honda merajai pasar industri otomotif di Indonesia. Penjualan Honda di Indonesia hampir separuh dari total distribusi motor, yakni mencapai 2.216.939 unit selama Januari-Agustus 2021. Di periode yang sama tahun 2022, penjualan Honda mengalami peningkatan sebesar 2,55%. Artinya, AHM telah menjual sebanyak 2.273.552 unit.

 

Sementara itu pada kuartal 1 tahun 2023 (Januari-Maret), sebanyak 1.435.685 unit telah berhasil dipasarkan. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Artinya, selama periode tertentu penjualan produk sepeda motor merek Honda konstan mengalami peningkatan. Bahkan, Maret 2023 penjualan Honda mengalami pertumbuhan sebesar 49,95% dibandingkan Maret 2022. Tercatat sebanyak 506.100 unit motor baru telah didistribusikan.

 

Akan tetapi, penjualan Honda pada event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 yang digelar di ICE, BSD pada 10-20 Agustus mengalami penurunan. Pada GIIAS 2022, Honda mencatatkan penjualan sebanyak 1.882 unit, sedangkan tahun ini sebesar 1.251 unit.

 

Total penjualan beberapa series Honda di pameran GIIAS tahun ini mengalami penurunan. Dilansir pada website Astra Honda, series BeAT yang menguasai pasar Honda mengalami penurunan penjualan pada pameran tersebut. Hal ini juga berlaku pada series Scoopy. Keduanya merupakan series yang juga menggunakan rangka eSAF dalam stuktur motornya.

 

Akibat anjloknya penjualan dua dari beberapa series Honda, penjualan total merek Honda di GIIAS turut mengalami penurunan sebanyak 600 unit dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, Honda PCX160 mendominasi penjualan sepeda motor Honda. Sebanyak 487 unit varian ABS dan juga CBS telah laku di pameran tersebut. (red/goodstats.id)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *