DAIHATSU Tutup Pabrik Mobilnya Akibat Ketahuan Gunakan Pintu TOYOTA

banner 468x60

Denpasar (Baliwananews.com) – Toyota Daihatsu menghentikan semua pengiriman mobil setelah sebuah skandal mengungkap bahwa sebagian besar kendaraannya tidak diuji dengan benar untuk keselamatan dalam kecelakaan.

“Daihatsu hari ini memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi semua model yang dikembangkan Daihatsu yang saat ini sedang diproduksi, baik di Jepang maupun di luar negeri”

Hal tersebut merupakan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Daihatsu pada Rabu (20/12). Pernyataan itu dilontarkan usai tim independen mengumumkan hasil investigasinya pada Daihatsu terkait pengakuan kecurangan pada bagian pintu untuk uji keselamatan tabrak samping pada 88 ribu unit yang dilakukan oleh Daihatsu dan dijual memakai merek Toyota pada bulan April lalu.

Tim independen atau Komite Independen Pihak Ketiga yang diketuai oleh Makoto Kaiami yang ditugaskan untuk memeriksa penyimpangan prosedur uji coba tersebut menggelar konferensi pers pada Rabu kemarin. Dalam hasil laporannya, ditemukan 174 kasus baru dalam 25 item pengujian, di luar manipulasi uji tabrak sisi tiang pada Mei lalu. Selain itu, laporan pun menyatakan terdapat kejanggalan pada 64 model dan 3 mesin, termasuk juga model yang dalam masa pengembangan maupun dihentikan produksinya.

Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman semua model yang dikembangkan oleh Daihatsu dan menghaturkan permohonan maaf kepada pelanggannya. “Kami sangat meminta maaf kepada pelanggan kami dan pemangku kepentingan lainnya karena telah menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran serta mengkhianati kepercayaan mereka,” ujarnya.

Pihak perusahaan juga telah melaporkan dan berkonsultasi kepada Infrastruktur, Kementerian Pertahanan, Transportasi dan Pariwisata serta pihak terkait lainnya di masing-masing negara dan kembali melakukan tindakan selanjutnya.

Pada penyelidikan tahap akhir, Daihatsu melakukan pengujian terhadap airbag Daihatsu Move/Subaru Stella, Daihatsu Gran Max atau Toyota Town Ace/Mazda Bongo, dan Daihatsu Cast/Toyota Pixis Joy. Dalam penyelidikan itu pun ditemukan kejanggalan pada sistem airbag deployment computer (ECU) yang tidak sama dengan produk lain yang dijual secara massal.

Namun, pada verifikasi teknis diungkapkan tidak adanya masalah dengan kinerja perlindungan penumpang airbag, tetapi selama verifikasi ditentukan ada kemungkinan kinerja keselamatan terkait dengan kinerja keselamatan penumpang dari model Cast/Pixis Joy di uji tabrakan samping tak memenuhi peraturan.

Selain itu, pada Mei juga Daihatsu terungkat secara tidak benar mendapatkan sertifikasi pemerintah untuk kendaraan hibrida buat pasar domestiknya, padahal sertifikasi adalah persyaratan utama bagi produsen menjalankan bisnisnya. Toyota pun menyadari parahnya Daihatsu mengabaikan hal tersebut yang dikatakan dapat mengguncang fondasi perusahaan sebagai produsen mobil.

Berkaca dari adanya skandal tersebut, harapannya, pihak perusahaan Daihatsu akan menerapkan langkah-langkah menyeluruh demi mencegah terjadinya kejadian yang sama nantinya dan berdasarkan rekomendasi dari Komite Pihak Ketiga Independen, mencakup meninjau dan merevisi pelaksanaan sertifikasi dan melakukan reformasi secara masif terhadap budaya perusahaan. (hd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *