Perkuat Kompetensi Digital, Kemnaker dan Shopee Gelar Pelatihan Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate

banner 468x60

Jakarta (Baliwananews.com) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Shopee Indonesia berkolaborasi untuk memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia dengan meluncurkan program Training of Trainers: Shopee Affiliate (Dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP). Program ini hadir untuk menjawab tantangan kesenjangan keterampilan digital khususnya dalam pemanfaatan platform e-commerce sebagai sumber peluang ekonomi. ToT Shopee Affiliate dikhususkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi digital, khususnya pada pengembangan keterampilan pemasaran digital dan pemanfaatan skema affiliate di ekosistem e-commerce.

Program Training of Trainers: Shopee Affiliate (Dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP) ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Para instruktur tersebut akan mengikuti pelatihan yang dibawakan oleh para trainer dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi oleh BNSP. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, pada 11–13 Februari 2026, dan dilengkapi dengan materi pembelajaran yang komprehensif. Melalui program ini, para peserta akan dibekali pengetahuan dan keterampilan seputar ekosistem affiliate marketing agar dapat mengimplementasikan pelatihan serupa di balai vokasi dan menjangkau peserta di daerah masing-masing.

Peluncuran program dan pelatihan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di Balai BBPVP Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026). Selain Menteri Ketenagakerjaan, acara tersebut turut dihadiri oleh Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Herry Nugraha, serta Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Adi Mahfudz Wuhadji.

Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyampaikan, bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, program pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate dapat menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Transformasi dunia kerja menuntut kita untuk terus beradaptasi. Program Training of Trainers Shopee Affiliate ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital,” ujar Yassierli.

Tak hanya itu, melalui pelatihan ini, para instruktur balai vokasi tidak hanya dibekali pemahaman teknis mengenai affiliate marketing, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Mereka diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan ini kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pencari kerja, agar dapat membuka peluang usaha dan sumber penghasilan baru secara mandiri.

“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti ini menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional. Kami berharap program ini dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Yassierli.

Kemnaker berharap kolaborasi ini membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berkembang di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia. Ke depan, para instruktur yang telah mengikuti Training of Trainers Shopee Affiliate ini akan menjadi penggerak dalam pengembangan pelatihan di berbagai balai vokasi di daerah.

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira mengatakan, lewat program ini Shopee tidak hanya berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di ekosistem affiliate, tetapi juga mendukung peran balai vokasi sebagai pusat pengembangan talenta digital hingga ke daerah-daerah.

“Kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini. Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur balai vokasi tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah,” kata Radynal.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Shopee, Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee menargetkan melatih 500 pengajar hingga akhir tahun 2026 yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Target ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program ke lebih banyak balai pelatihan vokasi di berbagai daerah, sekaligus mempercepat proses penguatan kapasitas instruktur agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pelatihan keterampilan digital secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan dan edukasi kepada jutaan UMKM di Indonesia. Hingga saat ini, Kampus UMKM Shopee telah menyelenggarakan lebih dari 350.000 jam pelatihan dan didukung oleh hampir 400 modul pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan talenta digital.

Dalam rangkaian pelatihan di Akademi Pengajar dan Kampus UMKM Shopee tersebut, Shopee Affiliate kerap diperkenalkan sebagai salah satu modul pembelajaran yang memberikan gambaran nyata mengenai peluang ekonomi di sektor digital, sekaligus membuka alternatif sumber penghasilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini.

Kemnaker dan Shopee berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pelatihan vokasi berbasis keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi adaptif, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara produktif dan berkelanjutan. (hd)

banner 336x280