Oleh : I Nyoman Baskara
Menjelang peringatan dua tahun masa bakti Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, pada 20 Oktober 2026, I Nyoman Baskara, M.M., aktivis lingkungan asal Bali yang saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Tamiang Bali Mandiri bersama masyarakat dan pemerhati lingkungan Bali menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Pemerintah Pusat memberikan perhatian prioritas terhadap penyelamatan ekologi Pulau Dewata.
Bali memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional,
kebudayaan Indonesia, serta citra bangsa di mata dunia. Namun, tekanan pembangunan, perubahan tutupan lahan, krisis air, dan degradasi ekosistem menuntut penanganan yang lebih terpadu. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan air, ketahanan pangan, keberlanjutan pariwisata, serta kehidupan masyarakat Bali.
Krama Bali menilai empat isu ekologi memerlukan dukungan prioritas dari Pemerintah Pusat:
1. Pemulihan Empat Danau Bali
Danau Beratan, Buyan, Tamblingan, dan Batur merupakan bagian penting dari sistem tata air Bali. Keempat danau ini perlu dikelola secara terpadu melalui rehabilitasi ekosistem, pengendalian pencemaran, pengelolaan sedimen, serta penguatan tata kelola kawasan.
2. Rehabilitasi Hutan dan Pengembangan Hutan Bambu
Penguatan tutupan hutan, perlindungan kawasan konservasi, dan pengembangan hutan bambu diharapkan mampu mendukung konservasi air, pencegahan erosi, serta membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
3. Normalisasi Fungsi Daerah Aliran Sungai
Pemulihan DAS perlu menjadi prioritas agar sungai kembali menjalankan fungsi hidrologisnya secara alami, termasuk menjaga ketersediaan air, mengurangi banjir dan kekeringan, serta mendukung kebutuhan pertanian dan permukiman.
4. Pemberdayaan Subak dan Pertanian Ramah Lingkungan
Subak merupakan sistem pengairan tradisional Bali yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2012 dalam kawasan “Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy.” Revitalisasi subak, perlindungan lahan pertanian, dan penguatan pertanian berkelanjutan menjadi kunci menjaga keseimbangan ekologi, budaya, dan kesejahteraan petani.
“Dengan dukungan nyata terhadap empat program ini, kami berharap alam Bali dapat kembali lestari dan bertaksu, bukan hanya dinikmati generasi saat ini, tetapi juga diwariskan secara utuh kepada anak cucu,” ujar Nyoman Baskara.
Harapan tersebut disimbolkan melalui pesan visual anak-anak muda Bali yang membawa bibit pohon, sebagai pengingat bahwa Bali yang hijau dan lestari merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda.
Krama Bali berharap momentum dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi awal kolaborasi yang lebih kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah daerah, masyarakat adat, petani, akademisi, dan dunia usaha untuk mewujudkan Bali yang lestari dan berkelanjutan.
Bali Lestari, Indonesia Maju.










