DENPASAR (Baliwananews.com) — Kepedulian terhadap sesama diwujudkan jajaran Partai Demokrat melalui kegiatan donor darah yang melibatkan pengurus partai, kader, panitia, serta masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghimpun sedikitnya 50 pendonor dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan darah.
Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Jendral DPC Partai Demokrat Bali, I Made Sada A.Md.Par., S.H. yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Badung di kantor Partai Demokrat Bali di Denpasar, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan donor darah tidak hanya dipandang sebagai aksi sosial, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan. Darah yang disumbangkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi, sementara para pendonor juga harus memastikan kondisi tubuhnya memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan. Sebanyak 25 kantong darah berhasil didonasikan para Kader Demokrat Bali.
“Kenapa kita melakukan kegiatan donor darah? Selain sebagai bentuk sumbangsih kepada teman-teman yang membutuhkan, kita ingin menunjukkan bahwa membantu sesama tidak selalu harus dengan uang. Dengan mendonorkan darah, kita bersama-sama berbuat untuk kemanusiaan,” ujar salah satu pengurus Partai Demokrat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor karena tubuh akan melakukan proses pembentukan kembali sel-sel darah. Namun, ia menekankan bahwa kesehatan pendonor menjadi faktor utama sebelum seseorang diperbolehkan mendonorkan darah.
“Pendonor harus dalam kondisi sehat. Sebelum donor, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dan tidak mengonsumsi alkohol. Semua itu penting karena darah yang kita sumbangkan nantinya harus memenuhi standar kesehatan sehingga aman dan dapat digunakan bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, calon pendonor juga harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berat badan minimal 50 kilogram. Selain itu, petugas akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kondisi kesehatan lainnya sebelum proses donor dilakukan.
“Target kami sekitar 50 pendonor, dan mudah-mudahan jumlahnya bisa lebih. Namun, tentu saja untuk mendonorkan darah ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi karena kondisi kesehatan pendonor menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Ia pun mengaku telah mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan donor darah dengan tidak mengonsumsi alkohol selama sekitar satu minggu.
“Bukan berarti saya seorang peminum, tetapi dalam pergaulan terkadang kita mendapat suguhan. Namun, dalam kegiatan seperti ini, kesehatan harus menjadi prioritas,” katanya.
Selain kegiatan donor darah, jajaran Partai Demokrat juga mengagendakan kegiatan sosial berupa kunjungan ke panti asuhan di wilayah Denpasar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kepedulian sosial dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami juga akan melakukan kegiatan sosial dengan mengunjungi panti asuhan yang ada di wilayah Denpasar, termasuk Denpasar Timur dan Kota Denpasar. Kami ingin memberikan bantuan, meskipun sederhana, kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Ia berharap kegiatan donor darah dan aksi sosial tersebut dapat terus dilakukan sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebagai kader Partai Demokrat, kami berharap masyarakat Indonesia senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan,” pungkasnya.










